Persembahan Sederhana Menyambut Natal

Pekerja menyiapkan pernak pernik Natal.

Jingle bells, jingle bells, jingle on the way…
Siapa sih yang enggak familiar dengan lagu itu? Lagu yang selalu mengalun di mall, radio, maupun di timeline social media. Yap, Christmast is coming. Perayaan yang selalu ditunggu oleh umat Kristiani yang jatuh setiap tanggal 25 Desember. Perayaan Natal ini merupakan perayaan untuk menyambut lahirnya Yesus Kristus. Nah, gimana persiapan anak-anak, remaja maupun orang dewasa dalam menyambut perayaan ini? Yuk, kepoin ceritanya dari berbagai gereja di Palembang, nih. (may)

Gereja Kathedral Santa Maria

Gereja kami memiliki 5 wilayah yang secara bergantian setiap tahunnya untuk membuat goa natal. Sekarang, kami dari wilayah 5 yang diketuai oleh Fransiskus Asisi Heru Priyanto yang mendapat giliran. Goa ini dibuat atas dasar keadaan waktu di Kota Yerusalem dimana Yesus dilahirkan. Dengan mengangkat tema ini, Kami berharap seluruh umat dapat melihat serta merasakan situasi pada saat Yesus dilahirkan di tempat yang sederhana, yaitu tempat yang berlandaskan jerami. Disaat Yesus dapat dilahirkan dalam rupa kesederhanaan, diharapkan manusia juga dapat merendahkan diri dan tidak sombong dengan apa yang dimiliki.

Ada suka dan duka dalam pembuatan goa ini. Sukanya, kami dapat lebih mengenal sejarah kelahiran Yesus, dan yang paling penting: ada rasa kebersamaan dan gotong royong dalam membangun gua ini, karena sehari-hari kami memiliki rutinitas tersendiri, dengan adanya pembuatan goa ini membuat kami menjadi lebih sering berkumpul. Biasanya, kami membuat ini sampai pukul 12 malam, namun rasa lelah dan letih itu digantikan dengan rasa sukacita dengan berkumpul dan makan bersama.

Baca Juga :  Ini Saran Jokowi untuk Penggunaan PKH

Pada 25 Desember nanti, Gereja Kathedral mengadakan suatu kegiatan yaitu persembahan dari anak-anak sekolah minggu, dengan mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk membantu saudara-saudari atau adik-adik yang kurang beruntung di Panti Asuhan yang berada di Pasang Surut dengan harapan dapat timbul rasa solidaritas, bahwa kondisi mereka lebih baik dari teman-teman yang hidup di panti asuhan. Itu dapat menjadi pelajaran tersendiri, karena perayaan natal itu merupakan ajang untuk saling berbagi satu dengan yang lainnya.

Sekolah Minggu Gereja Kristen Siloam Bagian Selatan Palembang

Natal anak-anak sekolah minggu kami dihadiri oleh 4 wilayah yaitu wilayah Talang Semut, Sungai Buah, Lebong Siareng dan wilayah di Cinta Manis Prajen. Untuk menyambut natal ini, setiap wilayah memberikan penampilannya masing-masing. Dimulai dari wilayah talang semut, seluruh anak-anak sekolah minggunya menampilkan tarian dan nyanyian. Dilanjutkan dengan wilayah Sungai Buah dengan menampilkan 2 tarian (tarian malaikat). Ada juga penampilan dari wilayah Lebong Siareng yaitu seluruh anak menyanyi diiringi guru sekolah minggunya. Yang terakhir yaitu penampilan dari wilayah Cinta Manis Prajen dengan penampilan menyanyi dengan beranggotakan 6 orang, diantaranya ada 1 cewek dan 5 cowok. Yang enggak kalah menarik dari anak-anak sekolah minggu, para gurunya juga turut serta yaitu menampilkan drama singkat yang lucu dan kekinian.

Baca Juga :  Wajib Sertifikasi sebelum Lulus SMK

Banyak suka duka dan pengalaman dalam mempersiapkan natal kali ini. Sukanya, kami dapat lebih mengerti anak-anak, bisa lebih dekat satu dengan yang lain, bisa saling berbagi cerita bahwa melayani Tuhan itu memang harus tulus dari lubuk hati terdalam. Kalau untuk dukanya, paling hanya dalam membagi waktu liburan untuk mempersiapkan natal. Terlepas dari itu, Kami yakin, jika semuanya dikerjakan secara tulus dari hati, maka semua yang sulit enggak akan terasa karena dalam prosesnya, kami menjalankan semuanya secara bersama-sama dan dengan rasa sukacita menyambut indahnya natal. (may/wil)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!