Pertahanan Jangan Lengah Lagi

Ketemu Mantan Pelatih

PALEMBANG – Sriwijaya FC belum bisa tenang. Berada di bibir zona degradasi atau posisi 15 klasemen sementara Liga 1 jelas tak pantas untuk tim sekelas Laskar Wong Kito. Tetapi tidak ada pilihan lain buat tim kebesaran masyarakat Sumsel.

Jika ingin menjauh dari dasar bawah klasemen, Yu Hyun Koo bersama rekan-rekan harus pulang bawa tiga poin pada pekan ke-16. Karena itu, jelang menghadapi Persegres Gersik United, Senin (24/7) malam (live TV ONE 18.30 WIB), persiapan khusus sudah dilakukan pasukan Hartono Ruslan.

“Semua sudah baik, semua sudah siap tempur. Jelas target kita maksimal mudah-mudahan bisa bawa tiga poin penuh di laga nanti,” tutur Pelatih Sementara Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, kemarin (22/7).

Tetapi untuk mendapatkan kemenangan, lanjut pelatih asal Solo ini, bukan seperti membalik telapak tangan. Mengingat Laskar Joko Tingkir, julukan Persegres, dianggapnya tim yang selalu bisa buat kejutan.

Itu dilihat dari catatan rekor terakhir, Persegres yang selalu bisa curi gol terlebih dahulu dari setiap tim yang dihadapi. Dua gol sempat dipimpin Persegres saat menghadapi Arema FC (12/7), dan satu gol sempat dipimpin Persegres saat hadapi PS TNI (18/7).

“Meski mereka tim yang berada di zona bawah, mereka tetap tim yang punya tipikal bertenaga. Harus kita antisipasi,” jelas mantan pemain Arseto Solo ini.

Selain itu, evaluasi lain yang ditekankan Hartono, adalah Rudolof Yanto Basna dan kolega harus rapat dalam menutup pertahanan. Tidak boleh ada lagi kelengahan lini belakang dalam mengatisipasi bola-bola dari posisi flank, atau juga bola mati.

Kelengahan yang kerap terjadi di pertandingan terkhir lawan Bali United di Stadion Gelora Sriwijaya, (19/7) kemarin, tidak bolah terjadi lagi. “Solusinya tim harus rapat. Harus kita sumbat dari awal. Terus juga, pemain kita tekankan jangan lagi terlau banyak melakukan pelanggaran di area penting. Karena ini berbahaya untuk kita,” tuturnya.

“Tetapi terpenting sekarang, anak-anak balik lagi harus kerja keras penuh laga nanti. Tidak boleh asal-asalan main lagi, karena laga besok sangat penting untuk kita,” tambahnya.

Di sisi lain, menghadapi Persegres Sriwijaya FC lagi-lagi harus dihadapkan momen spesial. Ini tidak lain, posisi pergantian pelatih yang baru dilakukan Laskar Joko Samudro. Asisten pelatih Gersik yang sebelumnya ditukangi Suwandi HS, mendadak digantikan asisten pelatih baru Khusaeri.

Seperti diketahui, Khusairi bukan nama baru di Sriwijaya FC. Dia pernah menjadi asisten pelatih tim kebesaran Sumsel, musim 2016 di bawah pelatih Widodo Cahyono Putro. Jelas sedikit jadi keuntungan Gersik, mengingat, Khusaeri juga sedikit sudah cukup tahu, dengan karakter seluruh pemain Sriwijaya FC musim ini.

Waspada kebangkitan Persegres ini juga yang wajib harus diantisipasi seluruh pemain Sriwijaya FC. “Yah, Khusaeri memiliki pengalaman yang mumpuni dalam melatih sehingga diharapkan mempu mengangkat prestasi Persegres, khusus masuk putaran kedua nanti,” ujar Sahrul Fahmi, media officer Persegres. (cj11/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!