Pertama Tiba, Atlet Sepak Bola Wanita

STERIL: Petugas pengamanan sedang berjaga di pintu masuk Jakabaring Sport City serta memeriksa masyarakat yang akan masuk ke kawasan tersebut. Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), terus melakukan persiapan menyambut gelaran Asian Games 2018. Apalagi, dalam waktu dekat beberapa atlet dan ofisial tim dari belahan negara Asia sudah akan menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya.
Direktur Jakabaring Sport City (JSC) Bambang Supriyanto membenarkan rencana itu. Katanya, ada sejumlah atlet Asian Games yang memang akan tiba lebih dahulu ke Palembang. “Yang sudah terkonfirmasi yakni atlet dari cabang olahraga sepak bola wanita,” ujarnya, kemarin.
Para atlet itu dijadwalkan tiba 14 Agustus nanti. Pertandingan sepak bola wanita akan jadi cabang olahraga pertama yang dipertandingkan di arena Asian Games Palembang. Pertandingan perdana dimulai 16 Agustus atau dua hari sebelum opening ceremony.
Untuk pertandingan sepak bola wanita ini, ada dua stadion yang disiapkan. Yakni Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) dan Stadion Madya Bumi Sriwijaya. “Mereka datang lebih awal karena perlu melakukan adaptasi lapangan dan latihan,” jelas Bambang.
Sementara itu, wacana kompleks JSC akan kembali dibuka secara umum hari ini (10/8) setelah disterilkan sejak 23 Juli lalu batal dilakukan. “Memang sempat ada wacana itu, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, belum bisa dibuka untuk umum,” tandasnya. Salah satu pertimbangan, kondisi JSC yang masih butuh persiapan dari panitia penyelenggara.
Terpisah, Sekretaris JSC, Mirza Zulkarnain menuturkan, persiapan JSC menyambut atlet hampir sepenuhnya rampung. Termasuk juga tempat tinggal atlet selama pertandingan berlangsung. “Untuk tempat tinggal, 3.100 atlet dan ofisial semuanya akan ditempatkan di sembilan tower. Tiga tower di wisma atlet dan empat tower rusunami dan rusunawa,” tuturnya.
Nantinya, satu kamar diisi tiga atlet. Sebelumnya, satu terdiri dari empat bed, telah diubah jadi tiga bed. Fasilitas secara keseluruhan setara dengan hotel bintang dua. “Ada televisi, dan yang terpenting wifi dengan kecepatan tinggi,” terang Mirza.
Sedangkan untuk konsumsi yang akan didapatkan masing-masing atlet sebanyak tiga kali, pagi, siang, dan malam. Di antaranya tiga kali makanan berat. Lalu ada coffe break atau makanan ringan.
“Rencananya untuk atlet yang berada di kawasan wisma atlet dan rusunami, konsumsi mereka ditempatkan di dining hall. Sedangkan atlet yang menginap di rusunawa, konsumsi tetap dipusatkan di rusunawa. Yang pasti seluruh kawasan tempat tinggal atlet ini steril untuk umum,” pungkasnya. (cj11/gsm/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!