Pertanyakan Penolakan Pelimpahan Tahap Kedua oleh Kejari

Tersangka Sa (jilbab pink) saat berjalan keluar dari kantor Kejari Palembang didampingi penyidik Unit harda Satreskrim Polresta Palembang, Senin (14/5). Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Pelimpahan berkas tahap dua barang bukti dan tersangka kasus dugaan pelanggaran pasal 266 ayat 1 dan 2 dan pasal 263 terkait pemalsuan dokumen otentik oleh unit harta benda (harda) Satreskrim Polresta Palembang dipimpin Iptu Firmansyah dengan tersangka Za dan Sa ditolak jaksa Kejari Palembang, Senin (14/5).

Dalih jaksa, hingga saat ini penyidik tak kunjung menyerahkan tersangka Za yang beberapa waktu lalu diinformasikan tengah dalam kondisi sakit dan dalam perawatan medis.

Hal inilah yang kemudian memantik praduga dari tim kuasa hukum pelapor Hj Nora binti Daniel Lunda dari kantor hukum STIHPADA Palembang.

“Kami berharap kepada jaksa penyidik Kejari Palembang untuk dapat bekerja secara profesional dengan menerima pelimpahan tahap dua kasus yang  dilaporkan klien kami ini, bukan malah menolaknya,” pinta Redho Junaidi,SH, salah seorang tim kuasa hukum Hj Nora ditemui di kantor Kejari Palembang Jl GHA Bastari Jakabaring yang ikut memantau jalannya penyerahan berkas tahap kedua ini, Senin (14/5).

Menurut Redho, dengan tidak diterimanya pelimpahan berkas tahap kedua ini sudah barang tentu memunculkan tanda tanya besar, ada apa dengan jaksa penyidik Kejari Palembang yang dinilainya telah bertindak melampaui kewenangannya.

“Hari ini pelimpahan berkas tahap kedua dengan tersangka Sa yang secara hukum acara pidana formil sudah terpenuhi jadi tidak ada alasan jaksa untuk tidak menerima, kami juga meminta kepada Kejati Sumsel untuk mengingatkan penyidik Kejari Palembang untuk tidak melakukan hal yang melampaui kewenangannya,” imbuh Ridho dengan nada bicara meninggi dihadapan awak media, Senin (14/5).

Baca Juga :  Tiga Berkas, Dua Perorangan dan Korporasi

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidum Kejari Palembang Satria Irawan,SH menegaskan pihaknya tidak menolak penyerahan berkas tahap kedua dalam perkara ini melainkan cuma menunda sembari memberikan kesempatan kepada penyidik unit harda Satreskrim Polresta Palembang untuk menghadirkan tersangka Za. (kms)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Selasa (15/5). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!