Perusahaan Ajukan Sanggahan

SIDANG: Sidang lanjutan dugaan penyerobotan tanah antara masyarakat dan pihak perusahaan kembali digelar di PN Lahat, Senin (17/4). Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

LAHAT – Sidang lanjutan dugaan penyerobotan tanah antara masyarakat dan pihak perusahaan kembali digelar di PN Lahat, Senin (17/4). Yakni antara satunya sengketa lahan keluarga Maijah Binti Jamun yang tak lain adalah
Dalian dengan tergugat Pemerintah Kabupaten Lahat serta Badan Pertanahan Negera Kabupaten Lahat PT Arta Prigel. Sidang kali ini beragendakan pendengaran keberatan (eksepsi red) dari PT Arta Prigel selaku tergugat.

Yulius, selaku kuasa direksi PT Arta Prigel mengatakan, pihaknya menyangkal telah melakukan penyerobotan lahan milik warga Desa Talang Sawah. Karena sebelumnya telah dianggap bahwa lahan itu pernah dilakukan jual beli.

“Kita tidak menyerobot. Bukti-buktinya sudah kita siapkan,” ucapnya singkat, Senin (16/4).

Sementara itu, Firnanda SH Cla, didampingi Minsuri SH, selaku kuasa hukum Dalian selaku penggugat menuturkan, pihaknya akan tetap mempertahankan hak kliennya. Sesuai gugatan, pihak tergugat dapat mengembaikan tanah kliennya yang tengah digarap tergugat sebagai lahan perkebunan sawit.

“Sebelumnya Majalis Hakim PN Lahat sempat meminta dokumen perusahaan, untuk memperlihatkan akte pendirian perusahan. Sampai sekarang kita juga belum menerima itu,” tuturnya.

Sidang yang hanya berlangsung sekitar lima menit ini, kembali dihentikan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat, Agus Pancara SH MHum. Agus lantas memberikan kesempatan pada kuasa hukum penggugat untuk menyiapkan jawaban atas eksepsi dari tergugat.

Baca Juga :  Putusan Dugaan Money Politik Didemo

“Sidang dilanjutkn Senin (23/4) mendatang, dengan agenda pendengaran jawaban dari penggugat (replik red). Kita minta Senin depan semuanya hadir, jangan lagi ada yang menunda sidang,” tegas Agus Pancara. (gti)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!