Pesawat Kargo Lost Contact di Papua

110
Pesawat sejenis inilah yang lost contac di Papua. Foto: net

JAKARTA – Dunia penerbangan di langit Papua harus jadi fokus pemerintah. Satu lagi insiden lost contact terjadi di pulau yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini itu, kemarin (12/4). Sebuah pesawat C208 Grand caravan jenis kargo dinyatakan hilang dalam perjalanannya menuju Oksibil.
Dari informasi yang dihimpun, pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Spirit Avia Sentosa (SAS) itu terbang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel pada pukul 11.44 WIT dan diperkirakan tiba di Oksibil pada pukul 12.14 WIT. Namun, hingga 12.40 WIT, belum ada tanda-tanda kedatangan dari pesawat dengan registrasi PK-FSO tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso membenarkan, pesawat telah dinyatakan hilang. Petugas ATC hilang kontak dengan pesawat yang dipiloti oleh capten Rio Pasaribu tersebut pada 12.40 WIT.
”Kontak terakhir, pesawat berada di koordinat 04 48′ 47.7″ S – 140 39′ 31.7″ E pada ketinggihan 7000 ft. Lokasi ini berada pada jarak 5.8 nautical mille (Nm) Utara dari Oksibil,” tuturnya saat ditemui di Kantor Kemenhub, kemarin (12/4).
Agus menyampaikan, usai tidak terdeteksi, personel ATC di Oksibil langsung bekerja sama dengan personel ATC di Tanah Merah untuk mencari sinyal pesawat. Sayang, pencarian pesawat dengan berat kargo total 1.225 kg itu tidak membuahkan hasil.
Merespons hal ini, Agus langsung menginstruksikan agar segera dilakukan proses pencarian. Setiap personel penerbangan di sekitar daerah tersebut wajib membantu pencarian dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Ada beberapa penerbangan yang telah menyusuri titik tersebut. Pada pukul 13.02 WIT, pesawa SAS jenis DHC-6 PK-FSC sempat melakukan searching di area tersebut pada ketinggian 8.500 ft. Namun, pesawat yang berangkat dari Oksibil menuju Sentani itu tidak berhasil melihat tanda-tanda keberadaan pesawat.
Hasil yang sama juga disampaikan oleh pesawat Trigana TGN255 saat melakukan penerbangan rute Sentani (WAJJ)- Oksibil (WAJO). Pesawat yang terbang pada pukul 13.11 WIT itu tidak menemukan adanya sinyal ELT pesawat.
Kabar baik baru diperoleh pada pukul 13.43 WIT. Pesawat Associated Mission Aviation (AMA) jenis PAC750 PK-RCE, yang dipiloti oleh Kapten Brian menginfokan bahwa pihaknya sempat menerima sinyal ELT dari pesawat PK-FSO. Sinyal diterima pukul 12.28 WIT saat pesawat terbang dari oksibil.
”Hingga malam ini tim SAR sudah menuju lokasi kontak terakhir. Kita masih terus berkomunikasi untuk proses pencarian ini,” ujarnya. Banyak spekulasi terkait insiden ini. Salah satunya, terkait kondisi cuaca yang begitu statis di Papua. Hingga menyebabkan jarak pandang memburuk.
Terkait hal ini, Agus menuturkan, bahwa cuaca dalam kondisi baik saat penerbangan dilakukan. Oksibil diketahui berangin pelan dengan jarak pandang mencapai 8 nautical mille (Nm).
Kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Pada 2015 lalu, pesawat Trigana Air Service tipe ATR 42 juga mengalami hal yang sama saat terbang dari Sentani-Oksibil, Papua. Rute menuju puncak Jaya dan Oksibil seolah jadi jalur maut. Tidak menentunya kondisi cuaca dan belum maksimalnya sistem navigasi digadang-gadang jadi penyebab utama. Kondisi ini seolah menjadi bom waktu yang bisa berakibat fatal.
Diakui Agus, pihaknya akan total melakukan perbaikan sistem navigasi di Papua pada tahun ini. Kemenhub bersama Airnav segera memperbarui sistem navigasi dengan sistem Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). ”Kita sudah siapkan roadmap-nya,” tandasnya. (mia/air)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!