PH Minta Terdakwa Dibebaskan

PLEDOI: Keempat terdakwa saat mendengarkan pledoi dari penasihat hukum di PN Palembang, kamis (18/1). Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Persidangan yang menghadirkan empat terdakwa yakni Rian Novriansyah (terdakwa I), Okta Verdiato (terdakwa II), Aldo Arianwansyah (terdakwa III) dan Sukarman (terdakwa IV) yang awalnya tenang mendadak ricuh.

Penyebabnya usai mendengarkan pledoi dari kuasa hukum terdakwa, Novi Agustina SH yang menyatakan terdakwa tidak bersalah dan meminta untuk dibebaskan dari segala tuntutan , keluarga korban langsung bereaksi dan meminta majelis hakim untuk tetap menegakkan hukum bagi terdakwa.

“Silahkan dibela, yang pasti para terdakwa ini membunuh keluarga kami M Alfaridzi. Karena itu, kami minta majelis hakim memvonis para terdakwa ini dengan seberatnya,” kata keluarga korban yang sedang duduk di kursi pengunjung sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (18/1) siang.

Walaupun sempat ada protes, majelis hakim yang diketuai oleh Bagus Irawan SH tetap melanjutkan sidang dengan agenda replik atau tanggapan dari jaksa penuntut umum (JPU), Hendri SH. “ Biar nanti kita yang menilai, terdakwa ini bersalah atau tidak,” ulasnya.

Sementara itu, JPU, Hendri SH dalam replik yang dibacakan di dalam persidangan tetap pada tuntutan awal dan tidak akan mengubah materi tuntutan yang sudah dibacakan pada persidangan sebelumnya. Apalagi, memang dari fakta yang ada, para terdakwa ini terbukti melakukan tindakan tersebut.

“ Kita tidak akan mengubah tuntutan dan tetap pada tuntutan awal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanpa Terpidana, Sidang PK Ditunda

Kuasa hukum terdakwa, Novi Agustina SH mengatakan, pihaknya tetap berpegang pada azas hukum praduga tidak bersalah. Apalagi memang, dari beberapa saksi yang pernah dihadirkan, terdakwa ini pada saat kejadian tidak berada di lokasi. Karena itu, sudah sepantasnya agar terdakwa ini dibebaskan.

“ Kita minta terdakwa dibebaskan, sebab para terdakwa tidak berada di lokasi kejadian pada saat peristiwa ini berlangsung,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa bersama dengan M Aldo Saputra, Jeni Pratama (berkas terpisah) pada hari Sabtu (1/7/2017) sekitar pukul 23.30 Wib di Jl Noredin panji dekat Jl Perjuangan Kelurahan Sako, Kecamatan Sako. Para terdakwa ini menganiaya dan mengeroyok korban, M Alfaridzi (17) hingga menyebabkan korban meninggal dunia. (afi)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!