Poli Geriatri Layani Khusus Lansia

LAYANAN BARU: RSMH membuka poli geriatri yang khusus layani pasien lansia. Foto: Kholid/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Fasilitas layanan kesehatan Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang makin lengkap setelah dibukanya Poli Geriatri Terpadu. Poli khusus lansia ini merupakan yang pertama di Sumatera dan diresmikan lansung Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM (K), pada 9 Mei lalu.
Ketua Tim Pelayanan Poli Geriatri RSMH Palembang, dr Junaidi Sp PD (K), mengatakan, poli ini untuk mempermudahkan pelayanan bagi pasien usia lanjut. “Kita coba meningkatkan mutu pelayanan, sebab pasien usia lanjut itu butuh layanan khusus,” ujarnya didampingi staf dokter pelayanan, dr Niri Riviati Sp SP (K) di RSMH, kemarin (25/5). Ini juga wujud implementasi Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 79 Tahun 2014 tentang lansia.
Dikatakan, geriatri terpadu ini meliputi beberapa unit pelayanan yakni gizi, saraf, kejiwaan, psikiater, gigi, penyakit dalam, dan lain sebagainya. “Mereka yang berusia lanjut kan biasanya mudah terkena penyakit yang multipologi atau lebih dari satu penyakit. Dengan hadirnya poli geriatri terpadu akan mengurangi risiko polifarmasi atau konsumsi obat berbagai macam bagi pasien,” cetusnya. Jika lebih banyak macam juga akan berbahaya bagi lansia karena daya tahan tubuh bisa menurun.
Diharapkan juga, poli ini dapat melayani penyakit, generatif, rehab medik, hingga disabilitas pada lansia dengan cepat dan tepat. “Di sini sistem pelayanan seperti biasa, dan tetap menerima pasien BPJS,” lanjutnya. Diakuinya pentingnya pelayanan khusus pada lansia, sebab di usia lanjut 60 tahun ke atas akan terjadi penurunan status fungsional atau menurunnya kekuatan fisik pada tubuh, juga fungsi ginjal, jantung, dan organ lainnya.
“Disertai manutrisi atau gangguan gizi. Gejala yang timbul pun tidak khas. Makanya teknik perawatan dan pemeriksaan di poli geriatri tak hanya pemeriksaan medik saja, juga biopsikologi sosial-fultural, serta dilakukan pengkajian paripurna pasien geriatri (P3G),” jelasnya.
Poli Geriatri Terpadu menyiapkan lebih dari 30 tempat tidur untuk pasien rawat inap. Layanan itu dibagi dua sektor, yaitu sektor penyakit akut, atau pasien baru masuk yang terkena infeksi. Mereka akan dikumpulkan di sektor ini, karena rentan menular pada pasien lansia. Kemudian kedua, sektor penyakit kronik. (cj17/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!