Polip Serviks, Hormon Tak Seimbang

Ilustrasi

MESKI belum ada penyebab pasti  mengenai penyakit polip serviks, tapi di duga  akibat dari ketidak  keseimbangan hormon serta kadar esterogen  yang terlalu tinggi. Untuk  kasusnya cukup banyak dikeluhkan pasein yang  melakukan pemeriksaan secara tidak sengaja dengan USG.
Dokter Spesialis Kandungan dari Rumah Sakit Musi Medika Cendikia Palembang, dr  Siti Mirza SpOG mengungkapkan, polip serviks  merupakan pertumbuhan jaringan yang bertangkai  tumbuh di selaput  lendir atau mukose di mulut rahim. Sementara polip Endometrium itu biasanya tumbuh  di dinding rahim.
Gejala polip serviks, lanjutnya,   biasanya penderita mengalami pendarahan  diluar siklus haid, pendarahan pada menopause , pendarahan pasca senggama berupa keputihan dan kemandulan.
Penyakit ini lebih banyak  diderita  wanita uisa 40-50 tahun , dibandingkan dengan wanita yang lebih muda dan jarang terjadi  pada wanita dibawa usia 20 tahun.  Faktor lain risiko penyebab polip serviks  bisa dari obesitas dan tekanan darah tinggi. “Tapi pada kehamilan jarang terjadi,’’bebernya.
Untuk penanganannya  tergantung dari gejala pasien  dan hasil pemeriksaan dokter.” Jika kecil dan tidak ada gejala hanya dilakukan tindakan konservasi atau non bedah. Tapi jika sudah besar dilakukan pengangkatan polip,”tegasnya.
Masih kata dia, cara diagnosis nya bisa dijumpai dengan periksa dalam (toucher). Sementara polip rahim bisa dilakukan dengan histrogram hingga kuretase atau pemeriksaan TA. Ini bisa juga dilakukan dengan cara terapi obat misal progestin histroskopi, diagnostik dan  untuk metode pengobatan  ketika alat histroskopi masuk dalam rahim dilakukan pengangkatan polip.
Pengobatan lanjutannya kuretase  dan terakhir jika perlu dengan histerektomi  atau pengangkatan rahim.(uni/via)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!