Polisi Blender 1,7 kg Sabu dan 223 Butir Ekstasi

PALEMBANG – Sepanjang hampir kuartal pertama 2018, Direkrorat Reserse Narkoba Polda Sumsel telah empat kali memusnahkan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu dan ekstasi. Kemarin (26/4), ada 1.869,93 gram atau sekitar 1,7 kg sabu dan 223 butir pil ekstasi yang dimusnahkan.

Sebelumnya, Selasa (27/2), memusnahkan 22 kg sabu dan 8.880 butir pil ekstasi. Kamis (19/4), musnahkan 82 gram sabu. Selanjutnya, Kamis (15/2) kembali memusnahkan 6,6 kg sabu dan 2.000 butir pil ekstasi.

Pemusnahan narkoba dengan cara diblender. Lalu, dicampur larutan detergen untuk menetralisasi kandungan amphetamine and methamphetamine, yang menjadi zat utama sabu dan ekstasi tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengatakan, banyaknya BB narkoba dan para tersangka yang ditangkap membuktikan wilayah Sumsel bukan lagi sekadar tempat transit. “Melainkan, sudah menjadi tujuan para pemain narkoba. Bagi mereka, Sumsel sangat potensial untuk pemasaran narkoba,” ujar Farman didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Slamet Widodo, usai pemusnahan, kemarin.

Namun, pamen berpangkat melati tiga ini memastikan, tidak akan memberi celah bagi pemain narkoba untuk mengedarkan narkoba di Sumsel. “Akan kami sikat semua pemain narkoba. Semua pintu masuk kami sisir semua,” sambungnya.

Sebagian besar narkoba yang masuk ke Sumsel, lanjutnya, berasal dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). “Kami membidik bandar besarnya. Semoga cepat kami tangkap,” tandasnya.

Adapun BB 1.869,93 gram atau sekitar 1,7 kg sabu dan 223 butir pil ekstasi yang dimusnahkan didapat dari hasil penangkapan 8 tersangka dari 6 laporan pengaduan (LP) untuk rentang Februari-April 2018.

Ada enam tersangka dihadirkan pada pemusnahan tersebut. Yaitu tersangka Hendrik yang ditangkap, Senin (26/2), pukul 20.30 WIB, di Jl Rajawali, Kecamatan Ilir Timur (IT) II. Kemudian, tersangka Demik, ditangkap, Kamis (1/2), pukul 04.00 WIB, di Jl Kol H Barlian, Kecamatan Sukarami.

Selanjutnya, tersangka Dedi, ditangkap Senin (10/4), pukul 17.30 WIB, di Jl PSI Lautan, Kecamatan Ilir Barat (IB) II. Tersangka Daniel dan Zul, ditangkap Selasa (20/2), pukul 10.00 WIB, di Jl Yos Sudarso, Kecamatan IT II.

Kemudian, tersangka Apriyadi dan Hadi, ditangkap Senin (12/3), pukul 13.00 WIB, di Jl Rajawali, Kecamatan IT II, serta tersangka Suryati, ditangkap, Jumat (23/2), pukul 07.30 WIB, di Desa Telang Makmur, Banyuasin.

Sementara, Kasi Narkotika Kejati Sumsel, Armen Wijaya, yang hadir saat pemusnahan menegaskan, para tersangka akan diproses hukum sesuai perbuatannya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan para tersangka dijatuhi hukuman maksimal seperti seumur hidup, bahkan hukuman mati.

“Kita lihat sejauh mana proses hukumnya. Kita semua tahu narkoba adalah musuh bangsa. Jadi, pemainnya akan diberi hukuman berat. Apalagi jika barang bukti narkobanya banyak,” pungkasnya. (vis/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!