Polisi Buru Pemilik 12,5 Kg Ganja Dalam Sumur

Warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menunjukkan tujuh paket ganja total 12,5 kg yang disembunyikan di dalam sumur. (foto: warga desa air itam for sumeks)

SUMSEL – Warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mendadak geger. Pasalnya, Defri, salah satu warga setempat, tak sengaja menemukan tujuh paketan besar ganja kering, dengan total 12,5 kilogram mengambang di dalam sumur.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut berawal kemarin (16/7) sekitar pukul 09.00 WIB, saat saksi Defri akan memperbaiki mesin pompa yang berada di dalam sumur umum di desanya. Saat melihat ke dalam sumur untuk mengecek kondisi pipa paralon, saksi melihat bungkusan besar berwarna coklat mengambang. “Aku penasaran jingoknyo,” kata saksi di depan petugas.

Karena penasaran, saksi Defri mengambil salah satu bungkusan tersebut. Curiga dengan bentuknya yang aneh, saksi Defri mengajak warga lainnya untuk membuka isinya. Ternyata, isinya ganja kering yang telah dipadatkan tersusun rapi.

Saksi Defri dan beberapa warga lainnya kaget. “Akhirnyo kami undang aparat desa biar biso diambek galo bungkusan itu,” ujar saksi Defri. Setelah dihitung, ada tujuh paketan besar ganja kering. Aparat desa pun melapor ke Polsek Penukal Abab.

Kepala Desa (Kades) Air Itam, Irzan Efendi mengatakan, saksi Defri langsung memberitahukan warga lainnya untuk mengangkat tujuh bal bungkusan yang dilakban rapi. Setelah diangkat, warga membuka salah satu bungkusan dengan silet. Ternyata isinya ganja kering. “Untuk meyakinkan isi bungkusan tersebut benar ganja kering, kita langsung melapor ke Polsek Penukal Abab. Saat ini bungkusan itu dibawa oleh polisi,” terangnya.

Baca Juga :  Sah... Forum Anak Kabupaten ini Terbentuk

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK melalui Kapolsek Penukal Abab AKP Denni NS membenarkan adanya temuan ganja kering seberat 12,5 kilogram. Barang bukti tersebut kini diamankan di mapolsek untuk langsung dibawa ke Mapolres Muara Enim. “Kami juga langsung melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari para saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan untuk mengejar siapa pemilikan ganja tersebut,” terangnya.

Terpisah, dua tersangka narkoba, yang diduga berperan sebagai pengedar, diringkus Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau. Kedua tersangka yaitu Irawan alias Awundu (48), petani, warga Kelurahan Air Kati, Lubuklinggau Selatan I, dan Aswin alias Win (37), warga Jl Air Temam, RT 02, Kelurahan Air Temam, Lubuklinggau Selatan I.

Keduanya dibekuk Sabtu (15/7), sekitar pukul 18.30 WIB. Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti (BB) ganja seberat 1,01 kg yang telah dibagi-bagi dikemas dalam bungkus kertas koran. Selain itu, ada 12 linting kecil rokok ganja dibungkus kertas putih polos dan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hijau kombinasi putih nopol BG 2313 GY.

“Penangkapan tersebut hasil kerja dari tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau yang telah melakukan penyelidikan terhadap kedua tersangka,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga, didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara, dan Kasat Narkoba, AKP A Fauzi, kemarin.

Baca Juga :  Bayi ini Dapat Kado Istimewa

Diterangkannya, awalnya aparat mengamankan tersangka Irawan di Jalan Poros, RT 01, Kelurahan Air Kati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. “Kita melakukan penyelidikan terhadap tersangka diduga merupakan pengedar ganja. Selanjutnya, tersangka disergap di jalan poros,” bebernya. Dari tersangka Irawan, diamankan BB 1 motor, 1 HP, dan 12 linting kecil rokok ganja. “Selanjutnya, dilakukan pengembangan asal tersangka mendapatkan BB,” imbuhnya. Akhirnya, diperoleh nama, yakni A (DPO). Namun saat akan ditangkap di rumahnya, A kabur.

Polisi hanya mengamankan BB berupa satu bungkusan besar kertas koran yang berisi daun, biji, dan batang tanaman ganja. Lalu, satu buah bungkusan besar kertas koran berisikan daun, biji, dan tanaman ganja kering, satu buah bungkusan kecil kertas koran yang berisikan daun biji, dan batang tanaman ganja kering. “Kita lakukan pengembangan lagi dan diperoleh nama Aswin,” terangnya.

Aparat kemudian bergerak meringkus tersangka Aswin. Tersangka ditangkap diduga akan membeli ganja dari tersangka A (DPO). “Masih dilakukan pengembangan terhadap kasus ini dari mana asal barang,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Irawan mengaku dirinya mengedarkan ganja dan dapat upah Rp250 ribu. “Aku baru jual ganja, dapat upah Rp250 ribu,” ungkapnya singkat.
Sedangkan tersangka Aswin, mengaku dirinya hanya perantara. “Aku perantara, kawan yang nak beli Rp1.500.000 untuk setengah kilo. Aku jugo makek ganja biar fokus waktu ngaret. Sehari dak tentu berapo ikok makeknyo,” tuturnya sambil menunduk. (ebi/wek/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!