Polsri Targetkan 7.000 Peserta

PALEMBANG – Bulan Mei merupakan bulan tersibuk bagi alumni SMA/SMK di Indonesia. Pasalnya, setelah pengumuman kelulusan ujian nasional (UN), para siswa disibukkan melanjutkan  pendidikan lebih tinggi dengan mencari perguruan tinggi negeri.
Seperti halnya Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), yang sudah membuka pendaftaran. Bahkan untuk kelas khusus, melebihi kuota.
Kepala Humas  Politeknik Negeri Sriwijaya, Edi Aswan mengungkapkan, hingga kemarin, sudah ada 2.800 peserta yang mendaftar dari target 7.000 peserta  ujian masuk Polsri dengan daya tampung 2.200 mahasiswa yang juga diisi jalur PMDK PN atau jalur undangan 30 persen dari daya tampung.
Pendaftaran online yang dibuka hingga 17 Mei tidak ada masalah, sistem bagus. Hanya saja, kendalanya muncul dari calon peserta saat registrasi, yang dipilih. Ada beberapa calon mahasiswa menyampaikan via email minta pindah jurusan yang dipilih. Hal ini tidak bisa dilakukan karena sistem sudah terkunci.
Selain itu, saat ini, pihaknya membukan pendaftaran kelas Garuda Maintenance Facility (GMF). Ini merupakan tahun ketiga  dengan kuota 24 peserta. Tapi yang mendaftar, sudah 91 peserta. Pada 20 Mei, akan digelar tes tertulis. Kelas ini terbilang sangat istimewa. Selain mendapatkan sertifikat DIII  Polsri,  mahasiswa juga akan mendapatkan sertifikat berlisensi internasional dari GMF untuk perawatan mesin pesawat. ”Pendaftaran kelas GMF, akan ditutup 12 Mei. Untuk tahun ini, dibuka jurusan Teknik Elektronika,” bebernya.
Pendaftaran ujian masuk Politeknik Negeri (UMPN) berbarengan pembukaan kelas kerja sama dengan PLN,  yang ditutup 3 Mei lalu. Ada 1.176 peserta yang mendaftar. “Kelas ini bukan seleksi kuota akademik ikatan dinas, jadi peserta juga akan mengikuti tes psikotes dan wawancara,” pungkasnya. (uni/nan/via/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!