Pot dan Kuburan Jadi Favorit, Tembus 50 Piece Sehari

UNIK: Pelanggan menunjukkan es krim pot yang dibelinya di De Ice. Foto: De Ice for sumeks

Es krim, salah satu minuman menjadi favorit banyak orang, dari anak kecil hingga orang dewasa. Kini es krim ada banyak dijual pasaran, muncul dengan tampilan yang unik. Salah satunya Es Krim Pot Bunga.

————————
RENDI KURNIAWAN – Palembang
————————

Setiap usaha seharusnya mengikuti perkembangan atau tren agar bisa terus eksis. Sebab, biasanya yang lagi tren atau populer akan dicari dan disukai banyak orang. Khususnya para remaja.
Ini juga berlaku untuk usaha kuliner seperti yang dilakoni pasangan suami istri (pasutri) Yudi dan Erly. Pasangan ini memulai usahanya pada 2013 lalu berkonsep tempat nongkrong seperti warung kopi diberi nama De Ice. Mereka menyediakan minuman es krim dengan bentuk yang unik.
Lokasi De Ice dipilih cukup strategis dan dilalui banyak orang. Yakni di Jl Sosial No 337, Km 5, Palembang. Pilihan lokasi dan menu yang disajikan yang unik ternyata manjur menarik minat pengunjung. Karena es krim yang dijual unik-unik. Salah satunya es krim bentuk pot bunga.
“Sebenarnya idenya bukan dari kita. Tapi es krim yang kita buat lebih pada melihat apa yang sedang tren atau boming saja,” ungkap Erly saat dibincangi di Kedai Di Ice, Kamis (11/1).
Diakui perempuan berhijab ini, saat membuka kedai De Ice pada 2013, menunya biasa. Karena tren es krim dalam pot belum booming. Tetapi, tepat pada 2015 saat di Jakarta mulai dikenal es dengan wadah pot bunga, pasangan ini mencoba menariknya ke Kota Palembang. “Kita coba kenalkan pada 2015. Alhamdulillah, peminatnya banyak. Agak berbeda dengan di Jakarta, es krim yang kami buat sedikit dimodifikasi,” tambah Erly.
Salah satunya, ungkap Erly, Kedai De Ice melakukan kombinasi es krim dengan menggunakan waffle. Jadi yang disajikan juga tidak semuanya berisikan es krim saja.
Waffle yang dibuat, sebut dia, makin ampuh membuat cita rasa es krim lebih nikmat. Selain tentu saja, yang menikmatinya juga merasa kenyang. “Kalau peminatnya dari anak-anak sampai orang tua. Tetapi memang yang lebih dominan para ABG yang hobi-hobi nongkrong dan coba-coba makanan,” tuturnya sambil tersenyum.
Diakui Erly, anak muda sekarang yang datang ke Kedai De Ice sama seperti dirinya. “Awalnya kami berdua sebelum menikah suka icip-icip. Waktu melihat es krim di beberapa restoran, harganya cukup mahal. Jadi tercetuslah keinginan ingin buat usaha es krim, tetapi yang sederhana dan tidak menguras kantong,” paparnya.
Diakui Erly, eks krim di kedai miliknya tidak ada yang beda dengan yang lain. Hanya saja sedikit nyentrik dengan wadah dan bentuk yang dibuat.
karena bentuknya benar-benar dibuat menyerupai tanaman pot bunga. Es krim susu diisi dengan waffle di bagian bawah. Di atasnya ditaburi serutan Oreo yang menyerupai tanah. Selain itu ditancapkan setangkai bunga plastik.
“Di sela tanah kita buatkan juga jelly berbentuk cacing. Biar membuat kesan mirip tanaman. Tetapi tenang, semuanya bisa disantap, kecuali tangkai bunganya,” bebernya sambil tertawa.
Selain es krim pot, memang ada es lain yang cukup unik dan lumayan menarik perhatian pengunjung. Tidak lain adalah Es krim bentuk kuburan.
Es krim yang dibentuk mirip kuburan ini memang sekilas cukup seram. Selain dengan alas alumunium foil, lengkap dengan tumpukan es dan serutan Oreo, cukup membuat kesan aneh. Apalagi di ujung gundukan, ditaburi mesis lengkap ditancapkan papan nisan, yang merupakan sendok. “Serem. Tetapi kalo dicoba bikin dingin tenggorokan,” imbuhnya.
Peminat yang datang memang cukup banyak. Khususnya pada saat cuaca sedang terik. “Biasanya para pengunjung lumayan banyak datang pada siang hari. Umumnya saat pelajar pulang sekolah,” tambahnya. Sedangkan untuk sore hingga malam lebih banyak remaja dan keluarga.
Ramainya pengunjung jelas membawa berkah tersendiri. Karena omzet bisa meningkat. Saat boming satu tahun terkhir, Kedai De Ice bisa habiskan lebih dari 50 piece es krim pot dalam waktu satu hari. “Untuk saat ini mungkin karena kondisi libur, penjualan memang sedikit turun,” jelas perempuan lulusan Poltek Unsri ini.
Kelebihan es krim yang ada di De Ice memang bukan sekadar rasanya. Tetapi untuk segi harga memang tidak bakal menguras kantong. Cukup dengan Rp25 ribu, pengunjung bisa menikmati es krim pot. Ada juga es krim kuburan mantan dengan harga Rp26 ribu.
“Tahun ini, rencananya akan terus kembangkan es krim dengan inovasi baru, tetap dengan waffle. Plus juga mungkin kita juga akan tambah sajian dengan makanan kecil seperti burger dan lain-lain,” pungkasnya. (*/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!