Praperadilan, Kuasa Hukum Anggap Kasus Perdata

Ilustrasi.

PALEMBANG – Sidang praperadilan antara pemohon, Gunawati Thamrin (50) dengan Polresta Palembang selaku termohon dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang yang juga turut termohon kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (14/2).

Dalam persidangan yang mengagendakan pembacaan permohonan oleh kuasa hukum pemohon, T Tri Yanto SH, meminta agar majelis hakim mengabulkan permohonannya dan menyatakan penetapan status tersangka bisa di hentikan.

“Kita minta klien kami ini kasusnya dikeluarkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) oleh penyidik. Karena kasus ini masuk ranah perdata dan bukan ranah pidana. Sehingga tidak ada cukup alasan untuk menetapkan status tersangka terhadap pemohon dimaksud,” kata T Tri Yanto saat membacakan nota permohonan.

Sementara itu, kuasa hukum termohon atau Polresta Palembang, AKBP Ambran Rudi Noviant SH MH atas nota permohonan dari pihak pemohon mengajukan jawaban. Bahwasanya penetapan tersangka yang dilakukan oleh pemohon terhadap pemohon ini sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. Bahkan sebelum ditetapkan tersangka, sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan di lapangan.

“Sudah sesuai aturan. Bahkan sudah ada bukti permulaan yang cukup. Yakni laporan polisi ke termohon dan bukti lainnya yang dianggap cukup. Dan surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP juga sudah disampaikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang. Dan kita menolak semua dalil yang diajukan oleh pemohon ataupun kuasa hukumnya,” terangnya.

Baca Juga :  Hore.... Rombongan Artis Borong Songket

Sedangkan Kejari Palembang selaku turut termohon yang diwakili kuasa hukumnya, Satria Irawan SH, Ita Riyani SH, dan Ursula Dewi SH dalam jawabannya mengungkapkan, sesuai dengan aturan yang berlaku dan adanya SPDP dari penyidik, Kejari Palembang membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU).

“Sampai saat ini, belum ada perintah untuk menghentikan penyidikan. Jadi kita tetap berpegang pada aturan yang ada,” kata ketiganya.

Ketua majelis hakim, Efrata Tarigan SH usai mendengarkan nota permohonan dan jawaban dari pihak termohon dan turut termohon, menjadwalkan sidang kembali digelar pekan depan untuk mendengarkan jawaban dari pihak pemohon terkait dengan jawaban termohon dan turut termohon.

“Sidang kita lanjutkan pekan depan, agendanya jawaban pemohon,” pungkasnya. (afi)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!