Presiden Uganda Larang Warganya Lakukan Oral Seks

KAMPALA – Presiden Uganda Yoweri Museveni tak menyukai oral seks. Hal itu tercermin jelas dari pernyataanya baru-baru ini. Berpidato di depan rakyatnya, Museveni menegaskan bahwa oral seks adalah perilaku yang salah.

“Mulut itu fungsinya untuk makan. Mulut itu bukan untuk berhubungan seks,” tegas Museveni seperti dilansir Newsweek, Kamis (19/4).

Menurut Musaveni, oral seks adalah budaya asing yang tidak patut ditiru. Dia berharap tak ada lagi warga Uganda yang melakukan aksi seksual yang tidak natural.

Ini bukan pertama kalinya Musaveni mengurusi perilaku seksual warganya. Dia sudah lama dikenal membenci LGBT.

“Saya tak paham, Anda tidak bisa tertarik kepada semua wanita cantik. Namun malah tertarik pada seorang pria. Ada sesuatu yang salah anda,” ujarnya beberapa tahun lalu.

Pada 2014 dia menandatangani undang-undang antihomoseksualitas. Undang-undang itu tak hanya memuat sanksi pidana bagi LBGT. Seseorang yang tidak melaporkan perilaku homoseksual orang lain juga bisa dipidana.

Saat pertama diajukan, LGBT bisa dijatuhi hukuman hingga 14 tahun penjara di bawah undang-undang yang awalnya dijuluki Kill The Gays Bill.

Undang-undang tersebut dengan cepat mengundang kecaman internasional. Pengadilan lalu membatalkan undang-undang tersebut setahun kemudian karena alasan teknis.

Namun, LGBT Uganda terus mengalami kekerasan dan penganiayaan. Mereka sering dijatuhi sanksi oleh para pejabat.

Museveni merupakan seseorang dengan karakter flamboyan yang sering terlihat mengenakan topi besar. Pada 2011, dalam upaya untuk memenangkan hati para pemuda di negara itu, dia merilis sebuah video rap.

Museveni telah menjadi Presiden Uganda sejak 1986. Saat ini dia tengah menjalani masa jabatan keenamnya. (ina/trz/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!