Pro Kontra, Kok Dinkes ini Ngotot Imunisasi MR

Pemberian imunisasi MR di SDN 54 Kota Prabumulih, Rabu (8/8). foto: dian cahyani sumeks.co.id

PRABUMULIH – Meskipun langkah pemerintah untuk memberikan vaksin Measles Rubella (MR) kepada anak mulai usia 9 bulan hingga 15 tahun masih menuai prokontra, terlebih MUI (Majelis Ulama Indonesia) meminta tunda selama sertifikat halal belum keluar, Pemkot Prabumulih melalui Dinas Kesehatan masih saja melakukan pencanangan kampanye imunisasi MR di halaman SDN 54 Prabumulih, Rabu (8/8).

Tak ayal, banyak anak-anak di sekolah tersebut yang sudah diberikan suntikan imunisasi MR tersebut. Beberapa diantaranya pun ada yang menangis saat dilakukan imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih Dr Rusmini menyebutkan imunisasi MR merupakan program nasional dan sudah jelas waktu pelaksanaannya pada Agustus dan September.

“Kita juga memegang surat edaran Menkes (Menteri Kesehatan) bahwa kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan syarat apabila ada yang menolak bisa menunda dulu,” kata Rusmini.

Ditanya soal sertifikat halal? Dia menegaskan sertifikat halal memang sedang dalam proses. “Makanya proses sertifikasi itu tidak mudah, sudah diajukan tapi belum keluar,” terangnya. (chy)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!