PSMTI Sumsel Butuh Kurmin

Kurmin Halim. foto: kris samiaji sumeks.co.id

PALEMBANG – Desas-desus rencana mundurnya Kurmin Halim SH dari posisi ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumsel benar adanya. Bahkan, pengajuan mundur itu sudah sampai ke PSMTI Pusat.

Hasilnya, surat pengunduran diri Kurmin ditolak mentah-mentah. Tak hanya itu, para pengurus PSMTI Sumsel pun ramai-ramai tak mengizinkannya mundur. Keputusan yang sama diambil belasan senior Kurmin yang duduk di dewan penasihat pimpinan Indra Muliawan dan Dewan Kehormatan PSMTI Sumsel yang dipimpin SL Darmawan.

Ketua Dewan Penasihat PSMTI Sumsel, Indra Muliawan menyatakan, PSMTI pusat punya banyak pertimbangan sehingga menolak surat pengunduran diri Kurmin. Begitu juga para senior dan pengurus PSMTI Sumsel. “Tenaga beliau sangat diperlukan untuk memajukan PSMTI,” ujarnya.

Dewan Penasihat dan Kehormatan juga menilai sosok Kurmin punya kerja yang baik. “Soal kasus pribadinya, itu hanya perdata. Kalau pidana lain cerita,” imbuhnya. Pihaknya memberikan cuti tiga bulan agar Kurmin dapat rehat dan kembali rileks dalam memimpin PSMTI.

Terpisah, Ramli Sutanegara selaku pendiri sekaligus anggota Dewan Penasihat PSMTI Sumsel menegaskan, Kurmin tidak perlu mundur. Sosoknya sebagai seorang ketua masih sangat dibutuhkan untuk memimpin dan memajukan PSMTI ke depan.

Baca Juga :  Akhirnya... Mabes Copot Perwira Polda Sumsel

“Jangan sampai masalah pribadi dibawa dalam organisasi. Karena itu, dewan penasihat dan dewan kehormatan tetap mempertahankan Kurmin sebagai ketua,” ujarnya. Secara pribadi, Ramli mengaku sudah lama kenal Kurmin Halim. “Orangnya bagus, punya jiwa sosial tinggi. Saya rasa, keinginan mundur itu bentuk kekecewaan sesaat saja. Dari hati kecilnya tidak ingin melakukan itu,” bebernya.

Sekretaris PSMTI Sumsel, Juhaidi mengakui, adanya pengajuan pengunduran diri Kurmin Halim. “Tapi, secara aklamasi pengurus menolak itu. Kami melihat, selama kepemimpinan beliau tidak ada cela,” katanya. Lagi pula, tidak ada AD/ART organisasi yang dilanggarnya.
Keberadaan Kurmin di posisi ketua sangat dibutuhkan untuk membawa PSMTI lebih maju lagi ke depan. “Jadi keputusannya, beliau tetap menjadi ketua PSMTI Sumsel sampai akhir masa jabatan,” tandasnya.

Terpisah, Kurmin Halim mengakui dirinya memang mengajukan diri untuk mundur dari jabatan itu. Alasannya, ada kekecewaan yang dirasakannya. Ketika terjadi masalah antar-anggota, segelintir pihak tidak bijaksana dalam berpendapat dan bersikap. “Harusnya tidak begitu. Saya tidak mau campur adukkan masalah pribadi dengan organisasi,” tandasnya.

Tapi, pengunduran dirinya ditolak PSMTI Pusat. Dia juga telah dipanggil pengurus PSMTI Sumsel. “Mereka juga menolak saya mundur, sehingga akhirnya saya kembalikan keputusannya kepada para senior,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lihat Nih... Komunitas Sepeda Jelajah Destinasi Wisata

Dia diberi tiga pilihan. Melanjutkan kepimpinan periode 2015-2019 tanpa syarat, cuti tiga bulan atau nonaktif sementara. “Saya tolak semuanya. Tapi tetap tidak bisa. Akhirnya, keputusan para senior, saya tidak boleh mundur. Hanya diberi cuti tiga bulan,” imbuhnya.

Sudah banyak yang ia dan pengurus perbuat untuk warga Tionghoa Sumsel. Dia juga membawa PSMTI netral, tidak terjerumus dalam politik praktis. Bahkan, secara nasional kinerja PSMTI Sumsel tiga besar terbaik. “Harusnya ini dapat apresiasi,” tukasnya. Ditegaskan Kurmin, dalam memimpin PSMTI Sumsel, dia tidak butuh pujian, hanya minta dukungan.(tha/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!