Pubertas Dini Pada Kids Zaman Now

Mulia Marita. foto: rian zetizen sumeks

Sebagai Generasi Z, pasti kalian sekarang masih menghadapai atau mungkin udah ngelewatin masa pubertas kan? Pastinya nih, tapi tau nggak sih kalau sekarang itu lagi ada fenomena baru berkaitan dengan pubertas, yaps fenomena itu namanya accelerated puberty atau pubertas dini pada anak-anak. Wah, pasti masih pada bingung ya apa maksud dari accelerated puberty? Daripada bingung-bingung, kali ini Zetizen akan membahas fenomena tersebut bersama Ibu Mulia Marita Lasutri Tama., M.Psi., Psikolog dari Universitas Binadarma loh, mau tau bahasannya, yuk simak !!! (dsn)

Sebelum kita membahas lebih dalam, kita harus tau dulu nih apa itu pubertas ya guys. Pubertas itu adalah masa dimana seorang anak menuju proses pendewasaan, baik secara fisik maupun mental. “Pada umumnya pubertas dimulai pada usia 10 tahun bagi perempuan dan 12 tahun bagi anak laki-laki, tapi bagi anak yang mengalami accelerated puberty, pubertas terjadi pada usia yang lebih muda yaitu 7-8 tahun bagi anak perempuan dan 9 tahun untuk anak laki-laki,” ujar Mulia.

Menurut psikolog yang juga dosen di Universitas Binadarma ini, faktor yang menyebabkan accelerated puberty adalah faktor hormonal dari seorang anak yang perkembangannya lebih cepat sehingga menyebabkan Pubertas juga terjadi lebih cepat. Maka dari itu, sebaiknya bila ada tanda-tanda pubertas yang lebih cepat pada seorang anak, ada baiknya berkonsultasi langsung dengan dokter.

Baca Juga :  Polsri Miliki Doktor Hukum

Nah, accelerated puberty yang terjadi pada anak-anak ini juga mempunyai efek loh pada sisi psikologi si anak. “Merasa dewasa terlalu dini bisa jadi akan sulit bagi anak secara emosional dan juga sosial. Misalnya, seorang anak perempuan yang mengalami puber dini mungkin akan merasa bingung atau malu pada perubahan fisik yang dialaminya, seperti membesarnya payudara atau menstruasi, sementara teman-teman sebayanya belum mengalaminya. Mungkin bagian yang paling sulit diterima bisa jadi olok-olokan dari teman sebayanya yang menganggap hal itu sebagai kondisi yang tidak pada umumnya terjadi,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Mulia, anak dengan tanda-tanda puber dini mungkin akan memperlihatkan perubahan baik secara emosi dan perilaku. Pada anak perempuan mereka kadang akan cenderung moody dan perasa, sementara pada anak laki-laki kadang mereka akan memperlihatkan perilaku yang lebih agresif dan juga memperlihatkan ketidakwajaran hasrat seksual di usianya yang masih dini.

“Jadi sebaiknya orang tua maupun orang dewasa harus berusaha untuk selalu mendampingi dan memberikan dukungan mengenai kondisi anak-anak yang mengalami pubertas dini,” kata Mulia. Caranya adalah dengan menciptakan lingkungan yang suportif, selalu usahakan jangan fokuskan komentar pada penampilan fisik si anak, melainkan sering-seringlah berikan penghargaan atas prestasi yang diperolehnya di sekolah, olahraga dan berikan support pada semua aktivitas yang diikuti oleh si anak.

Baca Juga :  Jadikan Mahasiswa Sendiri Objek Penelitian

Nah, gimana nih? Udah dapet gambaran yang lebih jelas kan tentang apa itu accelerated puberty dari mulai penyebab sampai pada efek nya kepada anak-anak? Pasti dong udah lebih jelas. Maka dari itu, bagi kalian yang punya adik atau keluarga serta mengalami tanda-tanda pubertas dini, ada baiknya kalian juga mendukung dan mengayomi mereka, agar mereka tidak terguncang psikologi nya ya guys.

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!