Puluhan Tahun Dua Dara Terkurung Dalam Rumah

Miwi dengan salahsatu anaknya yang mengalami kecacatan. Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MURATARA- Puluhan tahun mengalami cacat fisik, dua dara asal Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Muratara, terpaksa di kurung di dalam rumah. Orang tua korban Miwi (56), mengaku tidak mampu mengobati kedua anaknya lantaran pekerjaan sehari-hari sebagai buruh sadap karet hanya cukup memenuhi kebutuhan perut.

Orang tua mana yang tega melihat anak kandungnya terkurung di dalam sangkar. Bahkan kondisi itu berlangsung selama puluhan tahun . Mungkin beban berat itulah yang saat ini tengah ditanggung oleh Miwi, janda separuh baya yang harus menafkahi kedua anaknya yang mengalami cacat fisik dengan cara menjadi buruh sadap karet di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Selasa (19/9) sekitar pukul 13.48 WIB, Miwi yang baru pulang menyadap karet mempersilakan Sumatera Ekpres masuk ke dalam rumahnya dan melihat langsung kondisi kedua putrinya yang dianggap tidak normal. Dia menuturkan, kondisi anak pertamanya Heni saat ini tidak bisa makan dengan tangan sendiri, lumpuh dan bicara.

Kondisi itu dia dapatkan saat mengalami step (panas tinggi, red) saat meranjak usia 6 tahun. Sedangkan kondisi anak keduanya Sumi, juga mengalami nasib serupa, cacat karena mengalami sakit panas saat usia balita.

“Setiap hari saya tinggal dan kurung mereka di dalam rumah. Saya takut mereka keluar sedangkan saya di kebun menyadap karet,” ucap Miwi mengenai alasannya.

Baca Juga :  Irigasi Diperbaiki, Petani Diminta Tanam Jagung

Dia mengaku sudah sering kali memberikan pengobatan secara medis maupun non medis untuk kedua pelita hatinya. Namun usaha itu semuanya gagal, pengobatan itu tidak memberikan perubahan positif terhadap Heni dan Sumi. Bahkan dia mengalami perceraian dengan suaminya sejak tiga tahun lalu dan terpaksa menghentikan biaya pengobatan terhadap kedua putrinya.(cj13)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Rabu (20/9). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!