Punya Kualitas dan Karakter

Ahmad Abdul. Foto: JPG

JAKARTA – Pada Senin malam (9/4), Ahmad Abdul dan Maria Simorangkir terpilih sebagai grand finalist Indonesian Idol 2018. Keduanya sama-sama punya kualitas dan karakter suara yang oke. Namun siapa yang akan menjadai juara Indonesia Idol 2018? Jawabannya akan terlihat malam ini
Menjadi grand finalist sama sekali tidak masuk target Ahmad Abdul. Pria berdarah Kupang-Aceh itu mendaftar Indonesian Idol 2018 untuk menyalurkan bakat bernyanyi dan bermusiknya. ’’Makanya, pas diumumkan itu kaget banget sekaligus bangga,’’ kata Abdul saat ditemui di sela latihan di MNC Studios Tower II, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, Jumat (13/4)
Kecintaan sulung di antara tiga bersaudara tersebut terhadap musik muncul sejak kecil. Maklum, keluarganya akrab dengan musik. Ayah dan saudaranya suka bermain musik. Saat masih duduk di bangku SD, dia sudah mendengarkan lagu-lagu Western. Mulai yang slow seperti Michael Learns to Rock (MLTR) sampai yang seperti Pink Floyd. ’’Asyik banget kalau denger band rock,’’ ujar Abdul dengan semangat.
Abdul pernah bergabung dalam band indie bergenre alternative rock, Nullify, sejak 2009. Mereka tampil di berbagai acara musik di Denpasar. Bahkan sempat merilis album indie bertajuk Chasing Reality pada 2013. Sejak 2016, Abdul meninggalkan Nullify dan memilih berkarir solo. Dia bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan swasta di Denpasar. Saat itulah adik Abdul, Siti Fatin, menawarinya pekerjaan sebagai penyanyi kafe. ’’Waktu itu Fatin mau pergi ke Jakarta. Saya diminta menggantikan,’’ kenang Abdul.
Abdul membawakan berbagai macam musik ketika tampil di kafe. Mulai pop, jazz, hingga rock. Suaranya yang unik membuatnya disukai pengunjung kafe. Menurut Abdul, dirinya sering mendapat apresiasi positif dari turis asing. ’’Mereka banyak berasal dari Eropa, selalu ikut nyanyi bareng dan goyang,’’ ungkapnya.
Jalan Abdul di Indonesian Idol terbilang mulus. Dengan suaranya yang khas dan santai, Abdul bisa membawakan sebuah lagu genre apa pun menjadi lebih ringan dan asyik. ’’Kuncinya, saya coba dengarkan lagu berkali-kali sehingga bisa memahami,’’ tutur Abdul.
Penampilan Abdul berkali-kali diapresiasi penyanyi papan atas. Misalnya, Adam Levine, Calum Scott, dan band Kodaline. Setelah membawakan All I Want milik Kodaline di babak eliminasi, beberapa pekan kemudian dia dihubungi via DM Instagram oleh pihak band asal Irlandia tersebut. Abdul diajak dalam sebuah proyek rahasia yang belum bisa diungkapkan.
Menjelang grand final nanti malam (16/4), Abdul lebih rutin berlatih vokal dan belajar lagu yang akan dibawakan. Headvoice, chest voice, dan suara falsetto dilatihnya secara optimal agar ketiganya bisa digunakan secara tepat. Dia menyatakan hanya bicara seperlunya agar suara tidak habis.
Sementara itu Idol Maria Simorangkir, 16 memang bagus sejak kecil. Tidak percaya? Buka saja YouTube dan ketik kata kunci Maria Idol Junior. Ya, siswi kelas XI SMK Musik Methodist Charles Wesley Medan tersebut adalah jebolan Indonesian Idol Junior 2014. Saat itu, meski sering mendapat pujian dari juri, Maria gugur di top 5. Sang mama, Rohani Simanjuntak, yang mendorongnya mendaftar ketika audisi Indonesian Idol (yang bukan junior) dibuka di Medan akhir tahun lalu.

’’Saya penasaran, bisa sukses nggak ya,’’ kata Maria. Walau begitu, Maria sempat ragu saat hari audisi. Dia kembali berpikir apakah bisa sukses di ajang sejenis. Apalagi, saat itu dia aktif sebagai penyanyi dan musisi di gereja. Di tengah keraguan tersebut, Rohani kembali mengingatkannya. ’’Pas pulang sekolah, mama nanya, kok nggak audisi,’’ kenang Maria.
Motivasi sang bunda terbukti. Maria menjadi peserta paling konsisten. Meski sejak awal kurang difavoritkan, akhirnya dia sukses merebut perhatian publik lewat suara powerful-nya.
Teknik vokal Maria yang bagus tidak hanya didapat dari jam terbang, tetapi juga berkat hasil latihan rutin. Sejak SD, Maria mengikuti kursus vokal dengan Herlin Siboro. Lalu, hingga kini, di sekolah, dia belajar vocalizing. Tidak mengherankan kalau range vokalnya begitu lebar. Itu juga yang sering dipuji juri Indonesian Idol.
Salah satu penampilan Maria yang dianggap paling spektakuler adalah ketika membawakan OST The Greatest Showman, Never Enough. Lagu yang konon katanya sulit ditiru itu akhirnya bisa dinyanyikan Maria dengan luar biasa.
Persiapan lain adalah melatih emosi dan perasaan ketika menyanyi. Maria sadar betul, untuk urusan perasaan, dirinya perlu banyak berlatih. Caranya adalah bernyanyi atau berbicara di depan cermin. ’’Saya latihan dari cara nyanyi sama ekspresi ketika tampil. Cukup membantu sih latihan di depan cermin,’’ katanya. (len/c14/na)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!