Putri Terduga Teroris ini Selamat, Jadi Saksi Kunci

Polisi melumpuhkan warga yang diduga teroris di jalan menuju Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). foto: abdullah munir radar surabaya

SURABAYA – Aksi bom bunuh yang terjadi di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) dilakukan satu keluarga. Mereka terdiri dari Tri Murtiono (50), Tri Ernawati (43), yang mengajak anaknya yakni M Amin Murdana (18) dan M Satria Murdana (14).

Sedang si bungsu Aisyah Putri (7), terpental dan selamat. Mereka merupakan keluarga yang tinggal di kawasan Krukah Selatan 11B, Ngagelrejo, Wonokromo.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, menjelaskan saat ini Aisyah Putri masih dalam kondisi shock. Saat ini, dia dirawat di RS Bhayangkara, Polda Jatim. “Masih di sini, sekarang, masih dalam perawatan intensif kami,” ucapnya.

Ada beberapa luka yang dia derita. Ini didapatnya setelah terlempar hampir 3 meter ke udara akibat hempasan bom. Luka-lukanya antara lain, memar di beberapa bagian tubuhnya.

Saat ini bocah tersebut mengalami guncangan psikologis karena melihat orang tua, dan kedua kakaknya, meninggal dunia. “Kami sudah melakukan pendampingan terhadap korban, sekaligus dua pelaku selamat yang ada di pengeboman di Sepanjang juga,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Sebab, Barung menjelaskan, ketiga pelaku selamat itu merupakan saksi kunci kasus terorisme ini. Tentang kasus pengeboman yang ada akhir-akhir ini. Namun, karena masih kecil, pendekatan harus dilakukan secara hati-hati. Agar tidak, membekaskan trauma yang lebih dalam lagi.

Baca Juga :  ‎Spesialis Begal Tewas Diterjang Timah Panas

“Akan kami informasikan lebih lanjut, jika ada perkembangan,” imbuh mantan Kabid Humas Polda Sulsel tersebut. (mir/bin/dom)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!