RD Bertahan karena Suporter

PALEMBANG – Pecinta Sriwijaya FC dapat sedikit lega. Berdasarkan hasil rapat dan evaluasi manajemen, kemarin (13/7), pelatih Rahmad Darmawan (RD) dan ofisial dipertahankan. Kepastian itu diungkap Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat.
“Hasil rapat, RD dan Bio Paulin dipertahankan,” kata Ucok kepada Sumatera Ekspres, tadi malam. Evaluasi dilakukan Sriwijaya FC karena masalah efisiensi. Dilepasnya beberapa pemain membuat Sriwijaya bisa hemat hampir Rp12 miliar.
“Pencoretan itu ‘kan hasil dari diskusi banyak pihak. Di dalamnya ada jajaran
komisaris dan direksi. Bukan saya yang meromendasikan mereka dicoret. Tapi jika ditanya berapa efisiensinya setelah pencoretan ini, sekitar segitulah (Rp12 miliar),” ungkap Ucok lagi.
Sementara, RD mengakui jika dia sudah berkomunikasi lagi dengan manajemen Sriwijaya FC. “Tadi habis Asar (kemarin, red) saya dipanggil manajemen. Kemudian, kami bertemu dan mereka (manajemen, red) mengatakan hal itu (untuk kembali, red). Saya tidak tahu alasan mengapa manajemen mempertahankan saya,” katanya dihubungi, semalam (13/7).
RD sendiri mengaku siap dan mau kembali menukangi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Namun, dia meminta beberapa syarat yang harus dipenuhi manajemen. Di antaranya, menambah materi pemain. Agar kualitas tim bisa seimbang demi menembus target. “Saya akan melihat pos-pos mana saja yang dibutuhkan. Untuk mengisi lepasnya delapan pemain,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pelatih asal Metro, Lampung itu juga meminta manajemen bisa menciptakan suasana kekeluargaan. Serta pemenuhan hak-hak pemain tidak seperti yang terjadi saat ini. “Karena itu sangat mengkuatirkan. Bisa mempengaruhi psikologis pemain,” tambahnya. Jika beberapa syarat yang diajukan bisa disepakati, lanjut RD dirinya siap melatih Sriwijaya FC. “Kalau besok pagi (pagi ini, red) sepakat, sore kami bisa latihan lagi,” tambahnya.
Jika dirinya kembali bergabung bersama Sriwijaya FC, lanjut RD, maka ofisial yang dilepas juga kembali bergabung. Dirinya juga mengaku telah mendapat restu dari keluarga. Termasuk anaknya.
“Saya juga tadi sudah telepon anak saya, mereka mengizinkan dan mendukung keputusan saya. Jika saya kembali ke Sriwijaya FC, maka yang lain (ofisial, red) juga ikut. Saya kembali ke Sriwijaya FC karena suporter,” ujarnya.
Seperti diketahui, manajemen Sriwijaya FC telah mencoret delapan pemain. Mereka adalah Novan Setya Sasongko, Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, Konate Makan, Patrich Wanggai, Adam Alis, Mahamadou N’Diaye, dan Rahmad Hidayat. Bahkan mayoritas dari mereka sudah mendapatkan klub sebagai tambatan baru.
Misal, Rahmad Hidayat dikabarkan berlabuh ke PSMS Medan. Adam Alis dikabarkan merapat ke Bhayangkara FC. Kemudian Patrich Wanggai dijodohkan dengan Persib Bandung. Hamka Hamzah, Konate Makan, Alfin Tuasalamony ke Arema FC. Lalu Novan Setya Sasongko dan Mahamadou N’Diaye dirumorkan ke Bali United. Hamka Hamzah dan Alfin Tuasalamony sudah latihan bersama Arema FC. Direncanakan Konate Makan juga akan menyusul.
Dilepasnya beberapa pemain itu disebut Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza sebagai antisipasi ke depan. Dia memberikan komentar itu saat bertemu awak media dalam pembagian sertifikat oleh Presiden Joko Widodo di Benteng Kuto besak, kemarin (13/7). Katanya, selama setengah musim terakhir, dia mendapat laporan dari jajarannya jika ada banyak pemborosan serta hal yang tidak sesuai dengan prosedur klub.
“Kita kembalikan ke track yang benar. Agar ke depan tidak ada lagi kesulitan finansial yang menjadi ancaman kita baik di liga maupun di Piala Indonesia,” katanya. Alhasil, evaluasi dilakukan sesuai dengan porsinya.
Dodi juga memastikan jika pihaknya akan berupaya maksimal dengan target yang sebelumnya dicanangkan di awal musim. Tembus tiga besar dan berlaga di level Asia. Namun demikian, hal ini akan segera dikomunikasikan oleh jajarannya kepada pelatih baru dan pemain nantinya. “Kita tetap akan menjadikan Sriwijaya FC sebagai klub yang berprestasi. Target apapun, akan tetap kita upayakan,” tegasnya.
Plt Dirut PT SOM, Muddai Madang menambahkan, dilepasnya pemain merupakan langkah strategis yang dilakukan. Meski begitu, dirinya menegaskan jika Sriwijaya FC juga akan bergerak di bursa transfer, setelah melepas sembilan pemain.
Khusus di lini belakang, beberapa pemain di Go-Jek Liga 1 saat ini juga tengah berharap untuk bisa bergabung dengan skuad Jakabaring. Hanya saja, hal itu masih belum diungkapkan oleh Muddai sebelum menggelar konferensi pers resmi hari ini (14/7).
Melihat komposisi yang ada Sriwijaya FC saat ini sangat membutuhkan pemain belakang yang bertalenta dan mampu menggantikan duet Hamka Hamzah dan Muhamadou N’Diaye. Hamka sendiri dikabarkan berseragam Arema bersama Alfin Tuasalamony, sementara N’Diaye dikabarkan merapat ke Pulau Dewata.
Dua bek modern itu seharusnya digantikan oleh pemain yang sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki. Tak hanya itu, Sriwijaya FC juga harus memastikan pemain yang direkrut tidak akan membebankan keuangan tim.
Sebab, seperti diketahui saat ini Laskar Wong Kito mengeluarkan setidaknya Rp1,9 miliar dalam satu bulan untuk menggaji pemain. Dengan skuat bintang yang dimiliki di putaran pertama, belum ditambah kebutuhan away tim sekitar Rp300 juta, tentu hal yang sulit untuk dipenuhi oleh sponsor.
Meski memang tak sedikit perusahaan yang membantu Sriwijaya FC usai regulasi klub sepakbola tak lagi dibiayai oleh APBD. Namun, dalam satu musim, jika kondisi tersebut terus dipertahankan maka PT SOM, yang menaungi Sriwijaya FC akan mengalami defisit.
Sementara itu, beredar foto RD bertemu dengan Syahrial Oesman (SO), mantan gubernur Sumsel di suatu tempat. Terlihat RD menggunakan topi dengan memakai kemeja biru lengan panjang. Dia duduk santai, begitu juga dengan SO.
“Memang benar saya bertemu dengan Pak Syahrial Oesman. Saya sudah kenal lama dengan beliau (SO, red). Sudah sejak dua hari lalu ditelepon diajak bertemu. Tapi, baru sempat tadi (kemarin, red),” ungkap RD.
Dia mengaku, sudah lama sekali tak pernah bertemu dengan SO. Sehingga, ketika dihubungi diajak bertemu, dirinya langsung mengiyakan. “Kami mengobrol santai karena lama tak pernah bertemu,” ungkapnya.
Saat disinggung apakah keputusannya mau kembali bersama Sriwijaya adanya dorongan dari SO, Rahmad tak mau berkomentar. Dia hanya mengaku bertemu dengan SO juga ada membahas tentang Sriwijaya FC. “Kami juga membicarakan tentang Sriwijaya FC,” tukasnya.
Petinggi Ultras Palembang, Agung Fahrurozi, mengaku benar-benar bersyukur jika RD nantinya tetap bertahan di Sriwijaya FC. “Kalau pelatih bertahan, kami benar-benar bersyukur. Alhamdulillah,” tegasnya.
Dia menegaskan, dirinya jelas akan mendukung RD. Apalagi, jika salah satu alasan RD bertahan adalah karena pertimbangan suporter. ‘Kami akan memberikan beribu-ribu kepercayaan kepada RD dan untuk manajemen, tolong ambil hikmahnya dan berbenahlah apa yang harus ditambal,” tegasnya.(kmd/gsm/rip/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!