Renegosiasi Nomor Andalan Indonesia

JAKARTA – Peluang Indonesia untuk mendapatkan medali emas di Asian Games 2018 akan diperlebar. Pemerintah akan kembali melobi petinggi Olympic Council of Asia (OCA) terkait nomor pertandingan pada pertemuan pertengan Oktober ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin lobi itu bakal mulus.

Kesepakatan terakhir dengan OCA jumlah cabang olahraga (cabor) menjadi 40 jenis dari sebelumnya 39 jenis. Pemerintah masih punya peluang untuk membicarakan nomor pertandingan yang menguntungkan bagi Indonesia untuk mendapatkan emas. Sedangkan jumlah cabor memang tidak akan ditambah lagi.

”Contohnya di panahan ingin tambah nomor compound. Beberapa hal yang kita harapkan kita memiliki kelebihan di situ diupayakan masuk,” ujar JK usai memeriksa kesiapan venue Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin (3/10).

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, Indonesia merajai di nomor compound perseorangan putra dan putri. Dua medali emas disumbangkan oleh Sri Ranti dan Prisma Wisnu Wardhana.

JK yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono dan pejabat dari Kemenpora juga mengunjungi tempat latihan panahan, badminton, dan silat. Venue yang dicek kesiapannya antara lain GBK, istana olahraga, lapangan hoki, dan stadion aquatic.

Baca Juga :  Ini Jawaban Alex Soal TKA LRT

Pria yang juga ketua dewan pengarah Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) itu yakin dalam waktu 10 bulan tersisa para atlet akan berlatih maksimal. Sebab, mereka tidak hanya berlatih untuk Asian Games tapi juga untuk jangka panjang mempersiapkan olimpiade.

“Coba lihat tadi dari panahan, di bulu tangkis, mereka latihan terus menerus tidak hanya sepuluh bulan. Atlet-atlet itu sudah latihan berapa tahun untuk itu,” tegas JK.

Sementara itu, dari sisi Kemenpora, sukses prestasi menyita perhatian mereka secara khusus. Sebab, di bawah Kemenpora ada Satlak Prima yang berkewajiban untuk menjalankan persiapan demi mencapai prestasi maksimal pada Asian Games 2017.

Menpora Imam Nahrawi menyayangkan adanya pengurangan nomor event andalan Indonesia. Seperti halnya di cabor panahan, sport climbing ataupun taekwondo. “Masih ada kesempatan nego ulang dengan OCA pada saat mereka datang 15 Oktober nanti,” ujar Imam.

Kesempatan itu akan digunakan untuk melakukan negosiasi penambahan nomor andalan Indonesia. Dengan demikian, harapannya peluang Indonesia untuk memaksimalkan target di 10 besar Asian Games 2018 masih tetap terjaga.

Meskipun demikian, Imam menyatakan bahwa tidak boleh berpangku tangan dan berharap lebih kepada OCA. Sebab 40 cabor, 67 disiplin lomba dan 462 nomor event yang sudah ditetapkan sebelumnya, Indonesia masih menjaga peluang untuk bersaing di situ.

Baca Juga :  Dana 2017 Harus Beres Agustus

“Sekarang harus mempersiapkan para atlet itu untuk menghadapi segala sesuatunya,” terang Imam. Dengan kemampuan Indonesia saat ini, Satlak Prima dan Pengurus Besar Cabor diharapkan bisa bekerja sama untuk menjalankan pelatnas agar menghasilkan skuat pelatnas yang berdaya juang tinggi.

Cek Venue

Sementara itu, pada kunjungan kemarin JK melihat langsung kondisi stadion utama GBK yang telah ditumburi rumput. Lintasan untuk lari juga sudah selesai. Kursi penonton juga hampir seluruhnya tuntas dipasang. Saat JK masuk ke lapangan juga diperdengarkan lagu Garuda Pancasila yang menggema di dalam stadion.

Begitu pula pada saat mengunjungi stadion Aquatic. JK melihat stadion yang direncanakan untuk renang dan loncat indah itu sudah siap. Di Istora, JK sempat mencoba kursi plastik yang telah seluruhnya terpasang.

“Diharapkan selesai Desember. Kalau yang lainnya ada November, ada juga yang belakangan karena belakangan dibikinnya velodrome,” kata JK.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono terlihat mengecek kursi di stadion Aquatic. Bukan diduduki, tapi dia terlihat menendang kursi berwarna putih itu. Dia mengungkapkan bahwa tindakannya itu bagian dari pengecekan yang dilakukan untuk memastikan kualitas seluruh sarana prasarana venue baik. ”Saya minta dicek satu per satu, bukan hanya statistik. Tapi dicek satu per satu betul-betul,” imbuh dia. (jun/nap/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!