Resmikan Penyuluh Antikorupsi

Saut SItumorang. Foto: JPG

JAKARTA – Sistem pencegahan korupsi yang berkelanjutan (sustainable) terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin (10/11), lembaga superbodi tersebut meresmikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-II KPK. Lembaga itu merupakan tindak lanjut dari penyusunan standar kompetensi penyuluh antikorupsi 2016 lalu.
Kepala LSP P-II KPK Heru Winarko mengatakan, sejauh ini sudah ada 23 asesor kompetensi dan 6 asesor penilai terhadap assessing. Para asesor itu bukan hanya berasal dari lingkungan KPK, tapi juga berbagai instansi dan latar belakang. Seperti dosen ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) dan pegawai pusat pendidikan dan latihan Kemendikbud.
”KPK berusaha terus memenuhi standar yang ada. Dan ini telah mendapatkan persetujuan dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” terang perwira polisi yang kini menjabat Deputi Bidang Penindakan KPK tersebut di gedung KPK. Heru menargetkan 300 asesor bisa tercapai tahun depan. Mereka nantinya akan diuji dengan standar kompetensi sebelum mendapat sertifikat penyuluh antikorupsi.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya berharap ke depan akan semakin banyak kader atau penyuluh yang menularkan virus integritas antikorupsi. Mereka harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kerja kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) penyuluh antikorupsi yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri November tahun lalu.
”Kami membuat sejarah baru dari sisi sertifikasi. Diharapkan tidak berhenti di model seperti ini, tapi bagaimana ini (sertifikasi profesi) bisa mendunia,” ujarnya. Untuk diketahui, sertifikasi penyuluh antikorupsi yang dibentuk KPK itu merupakan satu-satunya di dunia. ”(Pemberantasan korupsi) di Arab Saudi dimulai dengan MoU dengan kami,” imbuhnya. (tyo/air/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!