Ridwan Mukti Dikunjungi Anaknya

Dua orang putri dari Ridwan Mukti dan Lily Maddari saat serahkan barang yang akan diberikan kepada orang tuanya yang sebelumnya diperiksa petugas KPK, pada Lebaran hari pertama. FOTO: JPG

JAKARTA – Meski berada dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anak Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari diperbolehkan untuk bersilaturahmi. Ridwan Mukti dan Lily mendapat kunjungan dari putra dan putrinya ke Gedung KPK, Jakarta, saat Idulfitri, Minggu (25/6) lalu.

Dua putrinya terlihat mendatangi Gedung KPK, pagi hari usai salat Idulfitri. Namun, keluarganya baru bisa menjenguk saat jam kunjungan sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah penganan khas Lebaran dibawa dalam kotak kontainer dan sempat diperiksa petugas KPK.

Adrian, salah satu anaknya, mengakui kedatangan keluarga untuk bersilaturahmi Lebaran. “Kita hanya bersilaturahmi saja. Nggak bawa makanan tadi,” ungkapnya. Ridwan dan Lily melaksanakan salat Idulfitri bersama sejumlah tahanan lainnya.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, ada 23 tahanan yang berasal dari Rutan Guntur dan Gedung KPK. “Kita fasilitasi tahanan yang beragama Islam untuk melaksanakan salat Ied,” jelasnya.

Usai melaksanakan salat Ied, lanjut Febri, para tahanan juga diberikan kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga yang datang menjenguk. Waktu kunjungan diperbolehkan pada pukul 10.00–13.00 WIB, Minggu (25/6) dan Senin (26/6).

Diketahui Ridwan Mukti dan Lily terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (20/6) di kediaman pribadinya. Dalam kasus dugaan pemberian fee proyek untuk Gubernur Bengkulu. Dalam kasus itu fee proyek untuk peningkatan jalan TTS Muara Lebong dengan nilai Rp37 miliar dan Pembangunan Curug Air Dingin senilai Rp16 miliar. Diduga pemberian uang fee proyek Bengkulu, 10 persen per proyek yang harus diberikan ke gubernur melalui istrinya.

Selain pasangan suami istri tersebut, KPK juga menetapkan pengusaha Rico Diansari (RDS) dan Direktur Utama PT Statika Mitra Sarana Johny Wijaya (JW). Dalam OTT itu KPK mengamankan uang tunai Rp1 miliar yang telah diserahterimakan di kediaman Ridwan Mukti. Para tersangka pemberi dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau UU No. 21 taun 99 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara pihak penerima dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No. 21 tahun1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupasi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ran/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!