RM Pilih Sukamiskin

VONIS: Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Maddari jelang sidang vonis, kemarin. Foto: Rakyat Bengkulu

BENGKULU – Gubernur Bengkulu nonaktif, Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari, kemarin (11/1) sore, divonis 8 tahun. Majelis hakim yang menyidangkan kasus ini juga mendenda pasangan suami istri (pasutri) itu Rp400 juta subsidair dua bulan penjara.
Tak cukup itu saja. Hak berpolitik RM juga dicabut dua tahun setelah menjalani hukuman pokok. Rupanya, jauh sebelum vonis, RM yang terjerat dugaan suap Rp1 miliar itu sudah berencana untuk pindah dari Rutan Malabero Bengkulu ke Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung.
Tepatnya setelah tuntutan dibacakan, Desember lalu. Rencana pindah tersebut diutarakan kuasa hukum RM, Magdir Ismail kepada RB (grup koran ini) tadi malam. “Pak RM bilang, andai saja putusannya tidak keterlaluan, mau pindah saja ke Sukamiskin. Namun yang terjadi sangat keterlaluan,” bebernya.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim sangat berat. “Sementara Pak Ridwan tidak berbuat apa-apa. Tapi soal keinginan pindah akan dibicarakan lagi, besar kemungkinan tetap pindah,” jelas Magdir.
Dia tak mengungkap apa yang menjadi motivasi kliennya ingin pindah. Tapi alasannya, agar lebih dekat dengan keluarga. Terutama anak-anaknya di Jakarta. Juga mempermudah RM untuk konsultasi dengan dokter yang selama ini mengobatinya.
“Pak Ridwan juga sedang sakit. Dokternya ada di Jakarta. Saya kasihan melihat perjuangannya,” kata Magdir. Dia seakan masih tidak percaya dengan vonis dari majelis hakim. Diduga ada yang memaksa dari yang tidak bersalah menjadi salah.
“Bahkan adanya hukuman tambahan pencabutan hak politik 2 tahun setelah menjalani hukuman pokok buat kami bertanya-tanya,” cetunya. Vonis terhadap RM dinilainya kesalahan besar dalam dunia hukum.
Pertama, seorang yang tidak mengakui, dihukum yang tinggi. Yang tidak masuk akal, seperti pencabutan politik segala. “Apa yang mau dicabut terhadap Ridwan Mukti. Apa urusannya dan apa hubungannya masalah dugaan uang proyek yang sama sekali tidak bisa dibuktikan dalam sidang. Saya tegaskan lagi, ini tidak ada kaitannya,” tegas Magdir.
Karenanya, sepatutnya mereka mengajukan banding untuk menegakkan kebenaran hukum. “Saya pikir akan coba banding langsung pengadilan Negeri Tinggi Bengkulu,” ujar Magdir.
Kepala Kanwil Kumham Bengkulu Ilham Djaya SH MH MPd mengatakan, soal pengajuan pindah harus memenuhi prosedur yang berlaku. Terutama tetap menunggu penetapan putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan. “Untuk yang Pak Ridwan Mukti bisa saja pindah. Asalkan ada putusan hukum yang tetap,” imbuhnya. Selain itu, ada tiga hal jadi pedoman pindah. Yaitu, Keamanan,pembinaan, ketiga, diperlukan instansi terkair,” tutur Ilham.

Mantan Istri Pingsan
Pantauan pelaksanaan sidang vonis RM dikawal ketat pihak kepolisian. Ratusan personel dikerahkan, dibackup Dalmas dari Polda Bengkulu, Polsek Selebar dan Kampung Melayu. Sidang yang awalnya direncanakan pukul 10.00 WIB dan baru terlaksana pukul 14.00 WIB.
Kesiapan majelis hakim, Ketua Admiral, SH, MH, Nich Samara, SH, MH dan Gabriel Siallagan, SH, MH, yang belum lengkap. Hakim Gabriel masuk dalam sidang perkara Tipikor lain, Andi Roslinsyah DKK.
Usai membacakan vonis, Admiral bertanya kepada Ridwan atas vonis tersebut, mau menerima atau banding? Ridwan dan Lily yang kala itu hanya diam, tidak memberikan jawaban apapun, melainkan minta kuasa hukumnya yang hadir, Muhammad Rujito dengan jawaban pikir-pikir.
Padatnya pengunjung dalam sidang vonis RM didominasi keluarga dan orang terdekat. Hadir pula pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr drh H Rohidin Mersyah dan istrinya. Selain itu ada mantan istri Ridwan Mukti, Hj Lisa Nurfadilah bersama anaknya mereka berusaha memberi salam kepada RM yang jalan menuju mobil tahanan KPK. Beberapa menit RM dibawa pengawal, Lisa Nurfadilah jatuh pingsan.
Ketua Tim JPU KPK, Haerudin menyatakan jika vonis yang diberikan majelis hakim pengadilan Negeri Bengkulu wajar. “Terdakwa RM masuk dalam rantai suap. Beberapa saksi sudah menyampaikan kuat keterlibatan Ridwan Mukti. Sebab kontraktor tidak akan memberi uang ke ibu Lily, istrinya jika Ridwan Mukti tidak punya jabatan apa-apa,” tutur Haerudin. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arief M Edie angkat bicara terkait vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu terhadap Ridwan Mukti bisa berproses menuju pemberhentian tetap RM. Jika itu terjadi, maka Dr. drh. H Rohidin Mersyah MMA akan jadi gubernur. “Kalau banding artinya Bengkulu masih dipimpin seorang Plt,” terang Arief. (rief/jpg)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!