Roro Fitria Batal Ajukan Keberatan

SIDANG kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Roro Fitria kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) pada, Kamis (5/7). Namun, sidang yang awalnya beragendakan pembacaan eksepsi (nota keberatan) dibatalkan.
Pihak terdakwa mengatakan eksepsi akan digabung bersama dengan pledoi (nota pembelaan) yang akan dibacakan setelah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Setelah kami rapatkan bersama tim, keberatan akan kami ajukan di pembelaan,” ungkap kuasa hukum Roro, Dharma Praja Pratama, Kamis (5/7).
Lantaran eksepsi tidak jadi diajukan, majelis hakim menanyakan kesiapan jaksa untuk mengajukan saksi. Ternyata, jaksa mengaku belum siap, sehingga diputuskan sidang ditunda pekan depan.
“Kalau belum siap, baik untuk perkara terdakwa Roro Fitria ditunda minggu depan pada tanggal 12 Juli dengan agenda saksi dan pembuktian,” kata Hakim ketua, Achmad Guntur, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (5/7).
Diketahui, Roro ditangkap di rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2). Dalam dakwaan terungkap bahwa dia ditangkap ketika sedang menunggu pesanan sabu atas nama Ibu kandungnya, Hj.Retno, dari YK dengan perantara seorang pria berinisial WH.
Ketika itu, Roro disebut memesan sabu seberat dua gram dengan harga Rp 5 juta. Dengan perincian, Rp 4 juta untuk sabu dan Rp 1 juta untuk jasa kurir. Atas perbuatannya, Roro terancam 20 tahun penjara. (yln/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!