Rp735 M untuk Kejar Emas AG 2018

Sesmenpora Gatot Dewa Broto . Foto: JPG

JAKARTA – Kemenpora sudah siapkan dana untuk mendukung pelaksanaan pelatnas atlet Asian Games (AG) 2018. Dananya sebesar Rp735 miliar. Dana itu diambilkan dari APBN 2018 untuk biayai pelaksanaan latihan 40 cabang olahraga.

“Pendanaan pelatnas sudah siap. Nanti alurnya dari Kemenpora langsung ke cabang olahraga karena Satlak Prima sudah gak ada. Bujetnya Rp735 miliar untuk 40 cabang olahraga,” ungkap Sesmenpora Gatot Dewa Broto di sela-sela Seminar Chefs de Mission Asian Games 2018 di Hotel Mulia Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Dikatakan Gatot, training center bagi atlet Asian Games 2018 bisa jalan pada Januari. Melanjutkan program yang bulan-bulan sebelumnya. Sebab, hilangnya Satlak Prima bukan berarti latihan di masing-masing cabang olahraga (cabor) terhenti. Semua tetap jalan sebagaimana program yang telah dibuat oleh masing-masing cabor.

Sebagai penguat kegiatan pelatnas, SK (surat keputusan) pelatnas sudah naik dari Deputi IV Kemenpora ke Menpora Imam Nahrawi. Dalam hitungan hari akan ditandatangani Menpora. Gatot tak menampik jika pendistribusian dana ke cabor nantinya tidak sama. Ini karena pemerintah juga melihat faktor prioritas di masing-masing cabor.

Artinya, cabor prioritas yang hasilkan medali sudah disiapkan alokasi bonus. Cabor ini di antaranya bulu tangkis, angkat besi, bridge, panahan, paralayang, dan sebagainya. Sementara cabor yang awalnya tidak diproyeksikan emas, tapi akhirnya dapat, nanti akan di-endors belakangan. Satu emas, pemerintah apresiasi Rp1 miliar. “Ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi cabor nonprioritas,” ucapnya.

Baca Juga :  GTPN Lintasi Muara Enim

Pada Seminar CdM pertama ini, dihadiri selain Seemenpora Gatot Dewa Broto juga ada Wakil Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Wei Jizhong, Manajer Departemen Asian Games OCA Haider Farman, serta Ketua Panpel Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir. Dalam kesempatan itu Erick menjelaskan, belum ada masukan atau saran dari CdM dan delegasi National Olympic Committee (NOC) dari negara yang diundang. Ini karena CdM pertama hanya dimaksimalkan untuk memberikan informasi terkait kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

“CdM adalah pimpinan kontingen dan saya juga lihat ada beberapa NOC yang langsung turun tangan untuk memastikan bahwa informasi yang didapat sangat penting buat mereka. Yang kami paparkan ya misal, terkait bagaimana pendaftaran ID card. Jika atlet dan ofisial akreditasi, sudah termasuk visa. Tapi, jika media peliput asing, masih kita bahas dengan Kementerian Luar Negeri dan Dirjen Imigrasi. Lalu bagaimana transportasi Jakarta-Palembang, dan bagaimana transportasi dari perkampungan atlet menuju venue. Lalau apakah di athlete village ada laundry, makan, dan sebagainya. Jadi, ini yang kami provide kepada NOC, bahwa apa yang kami bisa lakukan untuk mereka adalah yang terbaik,” ucap Erick.

Baca Juga :  Hari ini, GPN Hadir di Teluk Wondama

Erick menjelaskan, dalam CdM Meeting juga dibicarakan terkait jumlah cabang olahraga. Asian Games 2018 pertandingkan 50 cabor dengan 462 nomor event. “Untuk urusan cabang olahraga sudah selesai. Saat ini sudah waktunya masuk implementasi,” terang Haider. “Mulai besok, Inasgoc sudah sudah tidak ada lagi rencana dan diskusi-diskusi. Tapi saat ini sudah masuk implementasi,” tegas Wei Jizhong. (kmd/ion/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!