Rumah Dilempari, Habisi Tetangga

INTEROGASI- Kapolsek Kertapati, AKP I Gede Suryawan menginterogasi Suharto (kanan) yang ditangkap karena membunuh tetangganya. Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Begitu mudah seseorang menghilangnya nyawa orang lain. Terkadang, alasannya sepele. Seperti Suharto (21). Gara-gara rumahnya dilempari genteng, dia nekat menghabisi nyawa Didiansyah (36), tetangganya sendiri.
Kejadiannya 22 Januari lalu di Jl Yusuf Singadekane Lr Tembusan, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati. Dijelaskan Kapolsek Kertapati AKP I Gede Suryawan, awalnya 21 Januari malam, korban dan tersangka terlibat cekcok mulut.
Namun, keributan itu berhasil dilerai warga. Tersangka pulang ke rumahnya. Rupanya, korban tidak puas. Besoknya, dia mendatangi kediaman tersangka dan melempari rumah itu dengan genteng.
“Tersangka tak terima dan keluar. Terjadilah perkelahian,” jelas Suryawan, kemarin (13/2). Dalam adu fisik itu, korban tewas setelah kena tusuk di lengan kanan dua liang dan tiga tusukan di punggung.
Usai kejadian, tersangka kabur. Namun, pelariannya tak berlangsung lama. Dia akhirnya tertangkap. Dihadapan petugas, Suharto mengaku khilaf telah menghabisi nyawa korban. Dia emosi lantaran rumahnya dilempari dengan genteng.
“Saya emosi dan khilaf pak. Tidak ada niat saya untuk menghabisi nyawanya,” kata dia. Terpisah, anggota Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang meringkus dua pelaku pengeroyokan maut. Mereka, Gabak (30) dan Ferdiansyah (30), warga Jl Depaten Baru, Kelurahan 28 Ilir.
Akibat pengeroyokan mereka, Feri (27), warga Jl PSI Lautan yang jadi korban meregang nyawa. Kejadiannya 10 Februari lalu. Sebabnya, Ferdi kesal dituduh punya utang dengan korban yang kesehariannya penarik becak di kawasan Tengkuruk, 16 Ilir.
Sempat cekcok mulut, kedua tersangka melakukan pengeroyokan itu dalam keadaan mabuk. Beberapa tusukan bersarang di dada korban. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa korban tak tertolong.
“Saya khilaf dan tidak berniat melakukan pembunuhan itu. Tapi saya tidak terima karena dituduh punya utang,” kata tersangka Ferdi.Sedang Gabak mengaku diajak Ferdi buat perhitungan dengan korban.
“Sebelum itu, kami minum dulu. Kami minta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini,” ucapnya. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Iptu Samsul mengatakan, kedua tersangka sudah ditahan. (kms)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!