Rutin USG, Kepala Tak Terlihat

PAGARALAM – Kasus bayi lahir tanpa tempurung kepala (anencephaly) kembali ditemukan di Sumatera Selatan (Sumsel). Jika sebelumnya lahir dari pasangan Robinso (37) dan Paina Lasanti (30), warga Desa Muara Teladan, Kecamatan Sekayu. Kali ini, duka dirasakan pasangan Feri dan Listiawati, warga Kota Pagaralam.

Bayinya lahir, 1 Maret 2018 lalu, dengan mengalami kelainan, tanpa batok kepala. Saat ini, sang bayi berjenis kelamin perempuan itu kondisinya kritis, dirawat intensif di Sal Anak 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah.

Kedua orang tua bayi tidak menduga bayinya akan lahir dengan kondisi memprihatinkan. Sebab, mereka rutin kontrol ke bidan atau dokter setiap bulan dan minum obat yang diberikan. “Ketika USG, kepala memang tidak kelihatan,” terang Feri. Saat ini, mereka hanya bisa berdoa dan berharap agar bayinya bisa selamat.

Informasinya, ‎bayi tersebut dilahirkan dengan cara operasi Caesar. Lantaran tidak ada tempurung kepala, membuat bayi tidak maju-maju saat akan lahiran. Bayi perempuan tersebut lahir dengan berat badan 2,1 kilogram.

Dokter Spesialis Anak RSUD Besemah, dr Mimi Marlena SpA mengatakan, kasus bayi lahir tanpa batok kepala bisa kelainan genetik atau bawaan atau hal lainnya. “Saat ini, bayi terus diperhatikan intensif,” cetusnya. (ald/vin/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!