Saat Mantan Tebar Ancaman

Ilustrasi.

Percaya nggak sih kalau semua mantan akan chat ‘apa kabar’ pada waktunya? Huee. Emang enak sih kalau kita pada akhirnya bisa damai sama mantan pacar, atau malah jadinya sahabatan. Cuma, nggak sedikit kids zaman now yang justru punya masalah yang bikin mumet banget soal mantan pacarnya.

Masih ingat sama kasus order fiktif Go-Food di Jakarta beberapa waktu lalu? Bisa dibilang itu adalah satu dari sekian banyak kelakuan gila sesosok mantan pacar yang sempet jadi viral dan hot topics di seantero Indonesia. Tidak hanya satu kasus itu yang terjadi, rupanya 53 persen Generasi Z di Sumatera Selatan pernah ngalamin kejadian serupa, diganggu sama mantan.

Salah satunya seperti pengalaman yang dirasain Athira Nur Fathiyah, siswi MAN 1 Palembang yang sampe sekarang masih sering digangguin sama mantannya. “Sebenernya dia ngangguinnya nggak sampe gimana-gimana sih, cuma sambil cengengesan becanda gitu. Kita udah lama putus, tapi dianya masih suka ngedeketin bahkan nembak berkali-kali,” cerita Athira.

“Kalo udah gitu, ujungnya yaa aku cuekin aja. Terus akhirnya dia berenti sendiri sih meskipun besok-besok ngulang lag,.” lanjutnya.

Cerita lebih serem sempet dialamin Aiga Hafiz Apriansa, siswa SMAN Plus Negeri 17 yang sampe diteror-teror gak jelas sama mantannya. “jadi ceritanya dulu banget, aku punya mantan yang berapa kali neror by phone. Pertama, dia nelfon ngasih tahu bahwa uang di ATM-ku hilang. Yaa tapi nggak masuk akal, karena aku nggak punya ATM waktu itu. Cuma waktu dia neror kedua kali, nelfon pake private number dia bilang bahwa adikku kecelakaan,” cerita Aiga.

Baca Juga :  CEO Message #26, Award: Be The Best!

“Yaa jadi heboh banget seharian itu sampai orang tuaku ikut cemas, tapi untungnnya adikku muncul, sampe dirumah dari sekolah dengan selamat.” katanya. “Beberapa waktu berlalu, akhirnya ketahuan kalo yang neror gitu adalah mantanku dan akhirnya aku omongin baik-baik deh jangan gitu terus dianya minta maaf,” ujar Aiga.

Berbicara soal motif seseorang masih seringkali meneror mantan pacarnya, Rachmawati SPsi MA, dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menjelaskan bahwa sikap yang ditunjukkan sang mantan itu semata-mata dilakukan untuk menarik perhatian kamu doang. “Faktor penyebab yang pertama tentu biasanya Sakit hati. Ekspektasinya besar terhadap si mantan pacar, namun apa daya tidak kesampaian. Hal ini ditunjang oleh rasa tidak percaya diri untuk mendapatkan pengganti yang lebih baik dari si mantan. Jadinya susah move on,” jelasnya.

“Jadi sebenarnya apa yang dia lakukan adalah ingin menarik perhatian lagi si mantan alias pengen si mantan balik lagi ke dia, cuma dengan cara yang salah,” ujar Rachmawati. Hal ini juga diperkuat dengan hasil poling dari Generasi Z yang ada di Sumatera Selatan yang mengakui bahwa sebanyak 48 persen gangguan yang mereka terima dari mantan berupa usaha ‘pendekatan’ yang berlebihan dan ujung-ujungnya ngajak balikan. Sementara hanya ada 11 persen Generasi Z Sumsel yang pernah diteror dengan serius sampai bikin takut.

Baca Juga :  Malaysia Open, Dua Ganda Melangkah 16 Besar

Jadi intinya, perlu kita sadari bahwa apa yang udah bukan jadi milik kita itu emang jangan sampai dipaksain untuk tetep digenggam. Just let them go. You cant see your next if you are too busy looking at your ex. (hnr)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!