Sabu dalam Wadah Deodoran

AMANKAN: Anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel membawa Putra dan Safrin, dua napi Lapas Narkotika Kelas III Palembang. Foto: Akda/Sumatera Ekspres

BANYUASIN – Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Palembang di Kelurahan Sukomoro, Talang Kelapa, diuji. Tiga paket sedang sabu-sabu coba diselundupkan ke sana, kemarin (16/2), pukul 09.30 WIB.
Sabu itu dikemas dalam dua wadah deodoran bekas warna abu-abu dan kuning. Dikirim seseorang yang belum diketahui identitasnya, untuk seorang narapidana (napi) bernama Putra Utama.
Dua wadah deodoran itu dikirim bersama nasi bungkus, pasta gigi, dan barang lain. Saat Dodi, salah seorang polisi khusus Lapas (Polsuspas) memeriksa barang–barang itu, sang pembawa bungkusan itu langsung pulang.
Karena curiga, Dodi memeriksa lebih teliti hingga akhirnya mencurigai dua wadah deodoran itu. Ternyata, isinya tiga paket sedang sabu-sabu. Temuan itu langsung dilaporkan ke Kepala Lapas Narkotika Kelas III Palembang Hudi Ismono AMdIP SH MH.
Informasi itu diteruskan ke Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury. Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kompol Suhadi, dan jajarannya yang mendapat koordinasi kasus itu langsung mendatangi lapas.
Setelah melakukan interogasi, Putra (23), napi yang jadi tujuan pengiriman bungkusan itu, mengaku kalau dia disuruh Safrin (31), napi lain. Keduanya langsung dibawa ke Mapolda Sumsel.
“Aku hanya disuruh Safrin Pak,”akunya kepada Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel. Safrin tidak berani menggunakan namanya untuk menerima kiriman barang itu. Sedangkan Putra mengaku mau jadi perantara karena sedang butuh uang untuk biaya orang tuanya yang sakit.
Sedangkan Safrin mengaku, Putra punya utang Rp400 ribu kepadanya. “Dia janji bayar hari ini (kemarin),” kata pria yang divonis 5,5 tahun dalam kasus narkoba itu. Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, handphone, pungli, dan narkoba terlarang di dalam lapas.
“Kami terus razia. Pegawai lapas terus diberikan pelatihan untuk mendeteksi semua itu,” tegasnya. Kata Sudirman, jika ada jajarannya yang terlibat dalam tiga hal itu, sanksi tegas akan diberikan.
Diungkapnya, dalam beberapa bulan terakhir, sudah tiga kali jajarannya menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam lapas. “Kami ingatkan kepada para napi dan tahanan serta keluarganya, jangan coba bermain-main dengan narkoba,” tukasnya.(qda/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!