Sakit, Biaya Ditanggung Jemaah

TIBA DI BANDARA: Jemaah haji debarkasi Palembang tiba di Bandara SMB II kemudian diangkut menggunakan bus ke Asrama Haji. Foto: Kemenag Sumsel for Sumeks

PALEMBANG – Biaya perawatan jemaah haji yang sakit saat tiba di Tanah Air tidak lagi ter-cover dalam anggaran penyelenggaraan haji. Beda halnya dengan saat keberangkatan. Jadi, jika ada jemaah sakit yang harus dirujuk ke rumah sakit (RS), maka biaya perawatan dibebankan kepada jemaah bersangkutan.
Alias menggunakan dana pribadi. “Kecuali mereka (jemaah, red) yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujar Kakanwil Kemenag Sumsel, Drs M Alfajri Zabidi MpdI. Untuk itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan agar nantinya semua jemaah haji tahun depan dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Kemudian di daerah juga harus menyiapkan tenaga kesehatan. ”Kalau dalam satu kloter itu ada yang sakit itu wajar saja karena banyak jemaah uzur,” imbuhnya. Menurut Alfajri, hingga saat ini tak kurang dari 4 ribu jemaah yang sudah tiba di Tanah Air.
Mulai tadi malam (21/9) sudah masuk kepulangan jemaah gelombang 2. “Mudah-mudahan hingga kloter terakhir semua jemaah yang tiba ke Tanah Air dalam kondisi sehat,” cetusnya. Ia mengimbau kepada jemaah agar dapat memanfaatkan fasilitas menginap satu malam di Asrama Haji.
Karena rata-rata jadwal kepulangan pada malam hari, sehingga perlu sekali istirahat agar saat pulang ke daerahnya kondisi jemaah tetap fit. “Begitupun dengan penyiapan logistik untuk jemaah,” tukasnya.
Diketahui, sesuai dengan rencana perjalanan haji 2017, Daker Madinah mulai memulangkan jemaah haji gelombang kedua pada 21 September 2017. Jemaah yang sudah tinggal 8–9 hari untuk menjalani Arbain akan diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Medinah.
Arsyad Hidayat, kepala Daker Bandara mengatakan, teknis layanan pemulangan jemaah haji yang memiliki beberapa perbedaan dengan layanan yang diberikan di Jeddah. “Bandara Medinah memiliki tiga gate pemulangan sama saat pelayanan kedatangan,” terangnya.
Jemaah akan dikonsentrasikan di pavilliun tiga meskipun gate zero dan internasional juga digunakan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk penempatan jemaah supaya bus yang mengangkut jemaah dari hotel Medinah tidak salah parkir.
Tim pelayanan akan dibagi dua. Satu sektor akan berangkat 20 September dan malam harinya langsung menerima jemaah untuk pemulangan 21 September dini hari. “Sedangkan satu sektor lagi akan berangkat ke Medinah setelah layanan di Jeddah selesai,” tukasnya. (uni/mch/vin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!