Saksikan di Bioskop Tanah Air

Agatha Chelsea, salah satu pemain dalam film Mata Dewa berfoto disamping poster film yang diperankannya. Foto: JPG

MULAI kemarin (8/3), film Mata Dewa sudah bisa disaksikan di bioskop Tanah Air. Film kisah nyata yang bertemakan basket diproduksi Sinema Imaji dan DBL Indonesia berkerja sama dengan Shanaya Films.
Film ini juga menghadirkan deretan pemain film terkemuka Tanah Air. Seperti Ariyo Wahab, Nino Fernandes, Chelsea Agatha, Imelda E Budiman, dan Valerie Tifanka. Selain itu menampilkan alumni DBL All-Star dan tim pendukung asli dari sekolah-sekolah yang sekolahnya pernah bertanding di DBL.

Di Palembang, film tersebut sudah diputar. Seperti di bioskop Cinemaxx Palembang Icon. Meski penontonnya belum membludak, namun film tersebut mulai digandrungi anak muda, khususnya yang suka olahraga basket.

Seperti diutarakan salah satu penontotn, Hidayat (20). Menurutnya, dirinya mulai tertarik setelah menyaksikan movie trailer Mata Dewa di Youtobe. “saya tahu film itu dari youtobe,” ujar Hidayat, yang diwawancarai koran ini, kemarin (8/3).

Menurut mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palembang ini, film Mata Dewa terinsirasi dari hobinya bermain basket. “Saya memang suka main basket dan penasaran ingin nonton. Apalagi film tentang basket kan jarang. Malah katanya ini film Indonesia pertama tentang basket,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan, Nurul (19), mahasiswa Unsri, menyebutkan awalnya menonton karena iseng.

Baca Juga :  Basket 3x3 Optimistis Lolos karena Pengalaman

“Tapi setelah selesai, ternyata filmnya bagus. Yang suka olahraga harus nonton film Mata Dewa,” ajaknya.

Ia juga mengatakan film tersebut bisa menjadi aspirasi anak muda. “Film itu bagus, bisa mengajak generasi muda untuk semangat berolahraga. Serta mengajak anak muda untuk tidak putus asa meski hanya kemampuan yang ada,’’ jelasnya.

Sementara itu, Film Mata Dewa bercerita tentang perjuangan Dewa yang diperankan Kenny Austin yang mengikuti kompetisi Developmental Basketball League (DBL). Kompetisi basket tingkat SMA ini sudah berjalan selama 10 tahun di 25 kota se-Indonesia.

Dewa digambarkan sebagai seorang remaja yang hidup bersama pamannya, Om Bowo (Dodit Mulyanto) di sebuah rumah susun. Walaupun hidup sederhana, ia selalu bermimpi untuk menjadi juara DBL bersama tim basket sekolahnya.

Dalam menggapai mimpinya, perjuangan Dewa makin berat setelah ia mengalami insiden yang mengganggu indera penglihatannya. Rasa putus asa dan dorongan semangat dari orang terdekatnya pun tidak lepas dari konflik cerita dalam film Mata Dewa ini. (cj16)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!