Sambut Lebaran, Pindang Rupit Menu Andalan Warga Muratara

PINDANG RUPIT: Tampak aktifitas warga mencari daun salam dan asam kandis untuk masak pindang rupit, Rabu (13/6). Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MURATARA-Perayaan lebaran Idul Fitri 2018 kali ini terbilang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Antusias masyarakat untuk mempersiapkan sejumlah jamuan mulai terlihat di sejumlah daerah. Warga di Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, sudah mulai melakukan sejumlah tradisi seperti memasak pindang rupit, salah satu makanan khas daerah DOB.

Fatma (32), warga yang sempat dibincangi menuturkan, bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Rupit ada makanan khas yang menjadi menu wajib saat menghadapi lebaran. Sejumlah peralatan seperti tunggu kayu, dandang maupun sejumlah bumbu sudah dipersiapkan warga sejak H-3 lalu.

Bahkan tidak jarang, di sepanjang jalan poros desa banyak warga memasak secara bersama, atau mencari daun salam, asam kandis dan bahan lainnya sebagai bumbu pelengkap di sepanjang jalan poros desa. “

Kami hari rayo ko, masak gulai pindang Rupit. Sudah jadi tradisi di sini, hari rayo dak tek
pindang, seroman dengan sayur dan tek garam,” katanya, Rabu (13/6).

Untuk bahan menu utama pindang Rupit merupakan ikan baung sungai atau ikan patin. Namun masyarakat lebih banyak menggunakan daging ikan baung sungai lantaran teskturnya dianggap lebih lembut dan sedikit tulang. (cj13)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Kamis (14/6). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!