Satelit APJII Segera Beroperasi, Siap Layani 90 Persen Warga Indonesia

Ilustrasi Satelit (NASA)

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sedang mempersiapkan satelit untuk layanan internet cepat. Diprediksi, satelit itu akan segera beroperasi dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan.

Adapun satelit yang dimaksud merupakan perwujudan program yang telah direncanakan oleh Koperasi Digital Indonesia Mandiri (Digicoop). Koperasi tersebut merupakan inisiasi APJII dan Masyarakat Telematika (Mastel) yang terbentuk pada bulan Mei 2016 silam.

Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi menerangkan bahwa satelit yang menumpang oleh kepemilikan asing itu akan siap beroperasi tahun 2018 ini. “Mudah-mudahan satelit APJII siap beroperasi bulan Maret ini,” katanya saat ditemui JawaPos.com belum lama ini.

Meski demikian, dia enggan menyebutkan secara rinci mengenai kepemilikan dari satelit yang ditumpanginya itu. Henri hanya menjelaskan bahwa satelit itu memiliki jalur orbit yang melintasi Indonesia.

“Untuk awal menumpang dulu tidak apa-apa. Nanti secara bertahap pelan-pelan kita punya sendiri. Numpang dengan asing itu dari beberapa negara, karena untuk memenuhi kebutuhan Indonesia itu tidak cukup satu satelit. Indonesia kan luas, punya 50 juta rumah itu kalau mau sambungin (terhubung), maka butuh lebih dari satu satelit,” terangnya.

Rencana untuk peluncuran satelit, APJII melakukannya dalam tiga fase. Diawali dengan menggunakan satelit asing kemudian di fase terakhir sudah memiliki satelit sendiri.

Baca Juga :  Karhutla Meningkat, Bareskrim Bersiap

Kalkulasi mengenai kapasitas satelit, mulai dari keuangan, transponder, manufaktur, peluncuran satelitnya, hingga keanggotaan koperasi yang bisa menikmati layanan internet via satelit nantinya, masih dilakukan.

“Total investasi untuk satu satelit berkisar USD 300-600 juta atau setara dengan Rp 8,1 triliun. Itu tergantung kapasitasnya. Jenisnya HTS (High Throughput Satellite), berapa transponder belum tentukan karena ini baru fase pertama, nanti ada fase kedua dan ketiga dan seterusnya,” tutur Henri.

Dia menjelaskan, dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, penyebaran akses internet melalui satelit dapat meningkatkan pertumbuhan pengguna internet di tanah air. Begitu juga dengan satelit APJII yang diharapkan dapat melayani hampir seluruh penduduk Indonesia.

“Mudah-mudahan nantinya bisa melayani lebih dari 90 persen dari total penduduk Indonesia. Sekarang saja jumlah pengguna internet sudah sekitar 65 persen, nanti bisa mencapai 90 persen,” pungkas Henri. (ryn/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!