Satu Keluarga Produksi 400 Ketupat Sehari

KHAS LEBARAN: Pedagang Pasar 26 Ilir mulai banyak menjual kulit ketupat khas Lebaran. Kulit ketupat ini banyak dihasilkan oleh perajin ketupat di Jl Prajurit Nangyu,Kelurahan 3/4 Ulu. Foto:Alfery/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Ketupat menjadi sajian wajib saat Lebaran Idulfitri. Tak heran jelang Lebaran ini, permintaan ketupat cukup tinggi. Makanya sekarang, makin banyak orang yang buat maupun jualan ketupat di pasar-pasar tradisional. Contohnya masyarakat yang tinggal di Jl Prajurit Nangyu, Kelurahan 3-4 Ulu, mereka mendulang rezeki dengan menjadi perajin ketupat. Banyak pula yang alih profesi dari sebelumnya menjadi buruh bangunan atau tukang becak.
Setiap satu keluarga paling tidak sehari bisa menghasilkan 400-500 ketupat. “Minggu (10/6) lalu, saya dan keluarga bisa mendapatkan untung hingga Rp1 juta dari jualan kulit ketupat ini. Biasanya permintaan paling tinggi pada H-2 dan H-1 Lebaran,” ungkap Rusdi (41), warga sekitar yang ditemui di kediamannya, kemarin (11/6).
Dikatakan, untuk memmbuat ketupat ini tidaklah sulit, apalagi yang sudah berpengalaman. Makanya seharian, dia sendiri mampu buat sekitar 200-400 kulit ketupat. “Kalau dimulai habis subuh, banyak ketupat bisa saya hasilkan,” cetusnya. Dia memang tak kerja sendiri, tapi juga bersama istri dan anaknya.
Menurutnya, kemarin dan hari ini dia mengaku sudah mendapat pesanan hingga 1.000 ketupat. Kebanyakan yang pesan ini pedagang pasar ataupun teman yang sudah pernah beli sebelumnya. Untuk 10 ketupat, jelasnya, dia jual seharga Rp4-6 ribu tergantung ukuran dan bahan.
Senada perajin ketupat lain, Indri (32), warga Jl Prajurit Nangyu mengaku dia buat ketupat sejak belum menikah. Tak hanya dia sendiri, hampir seluruh keluarganya juga sudah terbiasa merangkai ketupat ini. “ Kalau tidak ada pesanan, paling untuk konsumsi saat Lebaran. Tapi kalau lagi ada pesanan, biasanya dibuat lebih banyak,” bebernya.
Hanya, aku Indri, perajin kadang kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena jumlahnya sangat terbatas kini. Terutama untuk janur atau daun palem. Karena tingginya permintaan janur, harga jual ketupat pun ikut jadi mahal. Apalagi di Kota Palembang sulit mendapatkan daun jaur yang bagus dan berukuran lebar.
“Biasanya untuk janur, kita pesan dari Ogan Ilir (OI) ataupun Banyuasin. Karena memang kedua tempat ini masih banyak pohon kelapa. Ketupat yang sudah jadi, saya jual ke pasar ataupun titipkan saudara yang berjualan di Pasar 3-4 Ulu atau Pasar Induk Jakabaring,” pungkasnya.
Pedagang Pasar 16 Ilir, Yanwar (43) menjelaskan seminggu terakhir dia jualan ketupat karena permintaannya mulai banyak. “Banyak yang tanya, banyak yang beli. Memang setiap tahun saya jualan ketupat ini. Sehari ya bisa laku sampai 30 ikat. Satu ikat isi 10 ketupat dijual seharga Rp7 ribu-Rp8 ribu,” jelasnya. Tapi jualan ketupat ini saat momen hari raya saja, setelah itu tak terlalu banyak yang beli. (afi/lia/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!