Satu Sel Satu Orang

DALANG RUSUH: Pasca kerusuhan Rutan Mako Brimob, Wawan alias Abu Afif dibawa ke ruang perawatan di RS Polri, Jakarta, Kamis (10/5). Wawan, pimpinan JAD Pekanbaru, Riau diduga menjadi provokator. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

SUMSEL – Keributan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Mako Brimob, Depok, Jawa Barat (Jabar), disikapi serius para petugas rumah tahanan negara (rutan) dan lembaga pemasyarakatan di Sumatera Selatan. Setidaknya, sembilan narapidana kasus teroris mulai kemarin mendapat pengawasan khusus.
Diketahui, kesembilan napi dimaksud menempati lima lapas berbeda. Dua di Sekayu, 2 di Kayu Agung, 2 di Muara Enim, 2 di Palembang, dan 1 napi di Lubuklinggau. “Kalau di Sekayu hanya dua napi. Mereka diisolasi dalam kamar khusus Lapas Kelas IIB,” ujar Kepala Satuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Sekayu, Perimansyah SSos, kemarin. Kedua napi tersebut, yakni Aldian Razak Alias Ajo (35). Dia dari kelompok CIMB Medan. Lalu, Fuad Zaki Robbani (25), terlibat teror aksi damai 212 Jakarta.
Menurut Perimansyah, keberadaan kedua napi telah dipisahkan. Ini biar tidak membaur dengan napi kasus lain. Nah, pasca kejadian di Mako Brimob, kedua napi itu, dibatasi komunikasinya dengan napi lain. Untuk keamanan lapas ditingkatkan. Penjagaan terhadap mereka dipimpin langsung ketua regu yang bertugas. “Kondisi lapas tetap aman dan terkendali,” ucapnya.
Selain di Lapas Kelas IIB Sekayu, ada dua napi kasus terorisme di Lapas Muara Enim. “Musa dan Daeng, limpahan dari Mako Brimob Polri,” ungkap Kepala Lapas Muara Enim, Rudik Herminanto. Keduanya masuk jaringan MIT di Poso. Saat ini, ditempatkan sendiri di sel masing-masing. Tidak bercampur dengan napi lain. Secara umum, ucap Rudik, perlakuan terhadap mereka sama dengan napi lain. “Tetap dalam pengawasan petugas,” ujarnya.
Pantauan selama ini, perilaku kedua napi normal, dan mematuhi semua aturan yang ada. “Alhamdulillah aman,” cetus Rudik. Dia menambahkan, semua barang terlarang tidak boleh masuk ke dalam Lapas. “Barang yang akan diberikan kepada warga binaan akan dibongkar di depan napi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.
Untuk meminimalisir potensi keributan, berbagai upaya preventif telah dilakukan. Salah satunya dengan pembinaan yang baik. Jumlah sekarang ada 1.078 warga binaan. Jauh melampaui kapasitas lapas yang hanya 486 orang. “Dengan pendekatan yang baik, meski over kapasitas alhamdulilah tetap kondusif,” pungkas Rudik.
Kepala Lapas Kelas III Kayuagung Hamdi Hasibuan ST SH MHum melalui Kasubsi Pembinaan Dedi Mardjana AMd IP SH mengatakan, ada dua napi kasus terorisme di sana. Yakni Herly Isfranko alias Hamzah alias Frans dan Edi Santoso alias Sukri alias Mas
Lampung, mereka ini jaringan teroris Poso.
Kamar mereka terpisah dengan napi lain. “Hanya napi terorisme yang diperlakukan satu sel satu orang,” tuturnya. Mereka ini jaringan Santoso di Poso Sulawesi Selatan. Herly harus menjalani vonis enam tahun. Sedangkan Edi divonis delapan tahun penjara.
Petugas melakukan pendekatan sehingga keduanya dapat menerima segala pembinaan yang ada. Baik kerohanian maupun aktivitas lain. “Sudah ada perubahan. Dari yang awalnya tidak mau salat jumat berjemaah, kini sudah mau,” beber Hamdi.
Di Lapas Kelas I Palembang ada dua napi kasus terorisme. Mereka, Reno Suhartono alias Khilid alias Jack alias Alex. Pindahan dari Mako Brimob. Divonis majelis hakim empat tahun, sudah jalani satu tahu di Rutan Brimob. Seperti Wahyu Widada yang ditahan di Lapas Lubuklinggau, dia diduga menunggangi aksi demo 414. Satu lagi, Dedi Irawan alias Irawan alias Alexander (30), jaringan Santoso di Poso.
Terpisah, Kepala Rutan Kelas II Palembang, Mardan mengatakan, di tempatnya tidak ada napi kasus terorisme. Pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak terjadi keributan seperti di Mako Brimob. Apalagi terkait makanan. Namun, demi kenyamanan bersama, makanan yang diantar oleh pihak keluargayang besuk tetap akan diperiksa lebih dulu. “Petugas harus tegas agar tidak terjadi keributan mengenai makanan,” katanya.
Di Lapas Kelas IIA, Lubuklinggau ada satu napi terorisme. Bernama Wahyu Widada alias Umar Karim. “Pengamanan sesuai SOP. Termasuk pengawasan terhadap pengunjung dan keluarga warga binaan. Yang membawa bungkusan tetap kami periksa,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, Imam Purwanto.
Untuk Wahyu ini, ada wali atau pamong khusus yang tiap hari memantau dan mengecek keperluannya. “Dia berbaur. Tapi di kamar tetap tidak dicampur dengan napi kasus lain,” tandasnya.
Di Rutan Baturaja, tidak ada napi kasus terorisme. Namun, pengamanan ketat terhadap warga binaan tetap diberikan. “Kami akan periksa pengunjung baik dengan melakukan geledah tubuh maupun barang bawaan,” kata Kepala Rutan Baturaja Herdianto.
Menurutnya, pemeriksaan bagi para tamu, khususnya keluarga dari warga binaan sudah ada standarnya. Setelah mendaftarkan diri, pengunjung akan diperiksa. Cara ini untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos ke dalam rutan.
Kalapas Kelas III Banyuasin, Reza Yudistira Kurniawan AMD IP SH MSi melalui Kasubsi Kamtib, Muamar mengatakan, tidak ada napi terorisme di sana. Untuk mencegah kejadian tak diinginkan seperti di Mako Brimob, pihaknya menggunakan jalur persuasif dan preventif.
“Kalau ada kekerasan pastinya akan cukup berbahaya. Jumlah petugas lapas tidak seimbang dengan napi yang ada,” ungkapnya. Karena itu, digunakan pendekatan yang baik dalam melakukan pembinaan kepada warga binaan.
Kepala Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Sudirman D Hury menegaskan, pascakerusuhan di Mako Brimob, pihaknya berkoordinasi dengan BIN dan BNP. Tidak boleh terjadi kerusuhan seperti itu, apalagi Sumsel sebentar lagi menggelar Asian Games.
“Penjagaan terhadap napi terorisme sesuai SOP,” tegasnya. Yang tidak taat aturan, akan dikenakan sanksi. Diungkap Sudirman, saat ini ada sembilan napi kasus terorisme di Sumsel.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara menegaskan, pengamanan terhadap tahanan juga ditingkatkan. Tidak hanya yang ada di polda, tapi juga semua polres dan polsek di wilayah Sumsel. “Dengan sendirinya ditingkatkan. Bahkan, sejak jauh hari sudah kami lakukan antisipasi,” katanya.
Pemeriksaan rutin. Tidak hanya terhadap tahanan, tapi juga pembesuk. “Harus patuh pada ketentuan. Kami tidak akan toleransi terhadap yang melanggar,” sambungnya. Barang-barang yang dilarang, tidak boleh masuk.
Terkait kerusuhan di Mako Brimob yang disebut-sebut karena provokasi Wawan Kurniawan alias Abu Afif, napi teroris asal Sumsel, Kapolda tak mau berkomentar banyak. Menurutnya, itu bukan kewenangannya.
Hanya saja, jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, OKUT itu menegaskan bahwa kelompok teroris memang berencana menyerang Mako Brimob. “Saat mereka ditangkap, mereka memang mengaku akan menyerang markas polisi. Termasuk menyerang salah satu polres di wilayah Sumsel,” lanjutnya. Karena itu, Polda Sumsel dan jajaran terus meningkatkan kewaapadaan.
Dirinya juga berharap peran serta masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan Sumsel. Jika menemukan perilaku atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan. “Kami tegaskan, Polri tidak takut dengan teroris,” pungkasnya.
Sementara itu, kemarin (10/5) pagi, Kapolsek Kemuning AKP Robert Sihombing dan jajaran secara mendadak merazia ruang tahanan. Semua tahanan digeledah. Tidak ditemukan benda-benda terlarang. “Jangan sampai ada barang berbahaya masuk. Apalagi yang bisa membantu mereka melarikan diri. Razia ini bentuk antisipasi agar tidak kejadian seperti di Mako Brimob,” tegasnya.
Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kabag Ops Polres Muba Kompol Erwin S Manik SH mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Lapas Kelas IIB. “Kami standby, siap berikan penambahan pengamanan di lapas jika diperlukan,” tandasnya.
Untuk di Mapolres Ogan Ilir, pengamanan tahanan dilakukan sesuai SOP yang ada. Untuk besuk tahanan, ada jam-jam tertentu. “Barang bawaan keluarga tahanan yang datang untuk membesuk akan diperiksa dengan cermat,” kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad.
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto mengaku di Bumi Seinggok Sepemunyian tidak ada napi terorisme. “Namun meski tidak ada napi teroris kita terus lakukan peningkatan pengawasan dan sesuai SOP (standar operasional prosedur) yang ada,” tukasnya. (vis/yud/chy/sid/uni/cj13/wek/eno/wly/qda/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!