Sebabkan Kerugian Negara Rp 17,6 Miliar

DILIMPAHKAN: Kedua tersangka (duduk baju garis-garis dan baju putih) saat dilimpahkan ke Kejati Sumsel, Kamis (18/1). Foto: Adi/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Setelah melalui proses panjang, akhirnya hari ini (18/1) tim penyidik Tipikor Polda Sumsel secara resmi melimpahkan terdakwa dan barang bukti kasus dugaan korupsi di Bank BNI Cabang Lubuklinggau tahun anggaran 2011-2012 dengan kerugian negara mencapai Rp 17,6 miliar.

Kedua terdakwa yang dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumsel yakni, Drs Ery Asyari (56), mantan Kepala Bank BNI cabang Kota Lubuklinggau dan Akhmad Rasyid Ssos MM (47), mantan karyawan Bank BNI cabang Kota Lubuklinggau.

“ Hari ini  kita sudah menerima pelimpahan dua orang terdakwa bersama dengan barang bukti langsung dari penyidik Tipikor Polda Sumsel. Untuk saat ini, kedua terdakwa sedang menjalani pemeriksaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) baik barang bukti ataupun tersangkanya,” kata Kepala Kejati (Kajati) Sumsel, Ali Mukatyono SH melalui Aspidsus, Adnes Triani SH di ruang kerjanya, Kamis (18/1) siang.

Disebutkannya, modus yang dilakukan oleh kedua tersangka ini dengan memanipulasi data dan mengubah surat tanah yang menjadi jaminan dari para kredituor. Hanya saja, setelah surat ini berubah nama dan dijaminkan, uang kredit dari Bank BNI cabang Lubuklinggau ini tidak disampaikan ke masyarakat yang tergabung dalam kelompk tani. (afi)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (19/1). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!