Sebaran Hotspot Semakin Banyak

4 Hektare Lahan Terbakar di OI

INDRALAYA – Kembali terjadi kebakaran lahan dan gambut (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kali ini di Desa Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat, yang terbakar kemarin (26/7) sekitar pukul 13.00 WIB, menghanguskan lebih dari 4 hektare.

Sementara sehari sebelumnya juga terjadi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Pemulutan. Tepatnya di Desa Sukarame, hingga menghanguskan sekitar 5 hektare lahan yang berdekatan dengan jalur Tol Palindra.

Akibat karhutla di wilayah Desa Talang Pangeran Ilir yang sulit dijangkau oleh kendaraan, petugas mengerahkan helikopter milik BNPB Sumsel melakukan pemadaman dengan water bombing. Beberapa kali helikopter mengambil air dari Sungai Ogan.
Menurut keterangan beberapa warga setempat, hampir setiap tahun di Desa Talang Pangeran Ilir, Pemulutan Barat, selalu terjadi kebakaran lahan. “Sepertinya disengaja,“ kata warga yang mengaku bernama Zul.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab OI Syakroni mengatakan, telah terjadi karhutla di wilayah Desa Talang Pangeran Ilir hingga menghanguskan lebih dari 4 hektare lahan. “Api sudah dipadamkan secara total hingga menjelang sore hari. Kita mendatangkan helikopter dengan melakukan water bombing,” kata dia.

Sementara itu, dalam tiga hari terakhir, jumlah dan sebaran titik panas atau hotspot semakin banyak. Pada Minggu (23/7) menurut pantauan satelit yang diamati Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ada 150 hotspot. Sehari setelahnya (Senin, 24/7) menjadi 170 hotspot. Sementara itu, Selasa (25/7) meningkat menjadi 179 hotspot.

Peningkatan titik panas tersebut membuat lima provinsi yang langganan kebakaran akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mnetapkan status siaga. Provinsi tersebut antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Peningkatan hotspot tersebut seiring dengan cuaca yang makin kering sehingga hutan dan lahan mudah dibakar.

Untuk mendukung operasi karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 18 helikopter pemboman air (water bombing). “Sebaran dari 18 helikopter tersebut adalah Riau 5 unit, Sumatera Selatan5 unit, Kalimantan Barat 4 unit, Jambi 2 unit, dan Aceh 2 unit,” tutur Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Penyiagaan helikopter water bombing diharapkan membantu jika terpantau ada titik api. Dengan meletakkan helikopter ke daerah yang rawan, dia berharap bantuan bisa datang cepat. Sehingga lahan atau hutan yang terbakar tidak terlalu luas.

Sutopo mengatakan, operasi hujan buatan juga digelar oleh BNPB dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Riau dan Sumatera Selatan. “Total 68,4 ton bahan semai Natrium Chloride disebarkan ke dalam awan-awan potensial dengan menggunakan pesawat Casa-212 untuk memicu hujan,” terangnya.

Sementara itu, Sutopo mengatakan, dampak pembakaran sudah dirasakan. Kemarin pagi hingga siang asap dari karhutla di Aceh Barat menyebabkan menurunnya jarak pandang. “Aktivitas masyarakat terganggu kebakaran lahan di Aceh Barat yang sebagian besar berada di lahan gambut,” ungkapnya. (sid/lyn/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!