Sebelum Anaknya Tewas Dibegal, Zaini Mimpi Kehilangan Ban Motor Dua Kali

Ilustrasi

Duka mendalam dirasakan Zaini (47) yang harus kehilangan anak bungsunya, M Deni Setiawan. Korban kawanan begal yang ditemukan tewas di Lr Mufakat 1, Senin (9/7), pukul 02.00 WIB.  Sebelumnya, Zaini mengaku mimpi kehilangan ban sepeda motor dua kali. Tapi dia tak sadar kalau itu firasat akan kehilangan putranya. “Aku kira hanya mimpi biasa, ternyata pertanda anak bungsu aku meninggal di begal,” ucapnya di Instalasi Jenazah RS Bhayangkara Palembang.

Biasanya, Deni akan datang ke rumahnya seminggu sekali. “Saya pisah dengan ibunya,” jelas Zaini. Tapi, sebelum kejadian ini, Deni datang tiga kali seminggu. Bahkan pelajar SMK itu sempat minta uang Rp300 ribu kepadanya dengan alasan akan berangkat ke Pagaralam.

Tapi Zaini hanya punya Rp200 ribu dan sebanyak itulah yang diberikannya. Putranya itu lalu pulang ke rumah mantan istrinya yang tinggal di Jl Ponorogo, Kelurahan Sukajaya, Sukarami. “Pagi tadi (kemarin pagi) jam 6 saya baru dapat kabar kalau anak aku meninggal dibegal dari kawannya Deni,” tandasnya

Betapa terpukulnya dia sebagai ayah. Kata Zaini, putranya termasuk anak yang pendiam dan tidak banyak ulah. “Setahu aku dia tidak punya musuh. Di malam kejadian, Deni pamit keluar untuk beli pulsa,” bebernya.

Seperti diberitakan, kawanan bandit jalanan beraksi di Jl Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang, depan Perumahan Dinas Deninteldam. Dari empat remaja, tiga jadi korban. Salah seorang bahkan meregang nyawa di lokasi kejadian. Yang tewas, M Deni Setiawan (16), pelajar kelas 2 salah satu SMK di Palembang. Sedang dua temannya yang lain, Saputra (15) dan Erlangga (15), terluka, tapi selamat. Seorang lagi, Imam, selamat tanpa terluka. Kawanan pelaku yang informasinya berjumlah sekitar 18 orang membawa kabur sepeda motor Revo milik Erlangga.(wly/tha/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!