Sejumlah Lembaga Film Dunia Mengecam Skandal Seks Harvey Weinstein

Harvey Weinstein

Skandal pelecehan seksual diduga dilakukan oleh produser ternama Harvey Weinstein (65), mengguncang industri perfilman Amerika Serikat. Sebab, dia melakukan hal itu lebih dari tiga dasawarsa dan korbannya adalah sejumlah aktris Hollywood serta karyawannya di The Weinstein Company dan perusahaan sebelumnya, Miramax.

Padahal, prestasi Harvey di dunia perfilman Barat selama ini dikenal mengilap. Sebab, dia sudah beberapa kali menyabet penghargaan di sejumlah ajang penghargaan film dunia seperti Festival Film Canes serta piala Oscar. Namun, setelah perangai buruknya dibeberkan oleh surat kabar New York Times membikin para penyelenggara memberikan anugerah kepada Harvey berpikir ulang.

Dilansir dari laman BBC dan AFP, Kamis (12/10), Akademi Seni dan Ilmu Film Amerika Serikat sebagai pihak memberikan piala Oscar menyatakan bakal menggelar pertemuan akhir pekan ini buat membahas keputusan mesti diambil menyikapi persoalan itu. Mereka sudah menyerahkan 81 piala Oscar kepada Weinstein saat dia masih bekerja di Miramax dan kemudian mendirikan Weinstein Company. Belum diketahui apakah ada opsi seluruh piala Oscar diterima Harvey bakal ditarik kembali atau tidak. Mereka menyatakan perbuatan Harvey melecehkan perempuan sangat menjijikkan.

Ungkapan sama juga disampaikan penyelenggara Festival Film Cannes. Akademi Seni Film dan Televisi (BAFTA) Inggris bahkan sudah bertindak lebih keras. Mereka membekukan keanggotaan Harvey begitu pemberitaan soal skandal pelecehan seks itu mencuat.

Satu persatu korban dugaan pelecehan seksual dilakukan Harvey mulai buka suara. Namun, juru bicara Harvey, Sallie Hofmeister, hingga saat ini kliennya menyangkal seluruh tudingan miring.

“Tuan Weinstein tidak bisa berbicara soal segala tuduhan itu. Soal sejumlah perempuan yang mengaku dilecehkan, Tuan Weinstein mengatakan kalau semuanya tidak benar,” kata Hofmeister. (bbc/int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!