Sekolah Wisata Edukasi Pertama di Palembang

Walikota Palembang, H Harnojoyo, meresmikan SMPN 39 menjadi sekolah wisata edukasi. Foto: KMS M Rivai/Sumeks

PALEMBANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 39 Palembang didapuk sebagai sekolah wisata edukasi pertama di Palembang. Peresmian dilakukan langsung Walikota Palembang, H Harnojoyo, Rabu (26/5).

Menurut Walikota Palembang, H Harnojoyo, lokasi sekolah strategis, bersebelahan dengan Pondok Pesantren Al-Ihksaniyah, dan objek wisata religi Alquran Raksasa di Soak Bujang, Kecamatan Gandus, menjadi alasan Pemkot Palembang menyematkan predikat tersebut.

“Karena SMPN 39 bersebelahan dengan ponpes dan wisata religi Alquran raksasa yang sudah cukup terkenal, tak hanya didatangi tamu dari Kota Palembang, tapi juga luar kota, bahkan luar negeri,” ungkapnya.

Harno berharap, SMPN 39 bisa menjadi sekolah wisata edukasi yang betul-betul mengedukasi, tak hanya bagi warga sekolah, tapi juga warga sekitar dan pengunjung.

Selain itu, dengan adanya sekolah wisata edukasi, kian menambah referensi tempat wisata bagi para wisatawan yang datang ke tempat tersebut, utamanya dalam mewujudkan visi misi Kota Palembang yang Elok, Madani, Aman, dan Sejahtera (EMAS).

“Ke depan, akan kita lengkapi dengan sarana prasarana. Lalu, akses dan infrastrukturnya juga akan kita upayakan dipercepat pembangunannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 39 Palembang, Marjani mengaku, pendeklarasian sekolahnya menjadi sekolah wisata edukasi ini tidak terlepas dari dukungannya menuju Palembang EMAS. Namun, dengan adanya launching ini, pihaknya memohon dukungan penuh dari berbagai pihak untuk dapat melengkapi sarana prasarana, terutama musala.

Baca Juga :  Tingkatkan Wawasan, Jajal Negara Tetangga

“Kita tampilkan di sini sejarah dan barang peninggalan sejarah dari masa ke masa. Sehingga para pengunjung dapat mengetahui sejarah dan apa saja barang peninggalan di Kota Palembang,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Herman Wijaya menambahkan, pihaknya akan menyumbangkan buku-buku sejarah untuk menambah koleksi sekolah wisata edukasi ini.

“Nanti kita berikan buku-buku sejarah dan keislaman untuk menambah referensi sekolah wisata edukasi ini. Hal ini juga salah satu wujud nyata program menjadikan sekolah unggulan per bidang di tiap kecamatan,” imbuhnya.(kms/via/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!