Selain Pungli, Juga Akomodir Keluhan Napi Kekurangan Air Bersih dan Obat

Suasana setelah berntrok di Lapas Narkotika Palembang,Kabupaten Banyuasin Sumsel (6/7). Pasca Demo pada napi yang berujung upayanya napi untuk kabur dari lapas, diduga kerusuhan dipicu maraknya pungli terhadap napi di lapas tersebut. Foto : Muhammad Hatta/Sumatera Ekspres

Kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Palembang di Serong, Banyuasin, menurut Humas Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Asnedi, tak hanya dipicu dugaan pungli dan intimidasi. Saat ini, dari 20 unit pelaksana teknis (UPT) cabrutan, rutan dan lapas di wilayah Sumsel, hanya dua yang tidak overkapasitas.

Dua UPT itu salah satunya Cabrutan Sorolangun dengan kapasitas 71 orang, tapi hanya terisi 29 orang. Satunya lagi, LPKA Palembang, yang kapasitasnya 500 orang, hanya terisi 180 orang tahanan dan napi anak.

“Yang 18 UPT lain semua overkapasitas,” ungkapnya. Overkapasitas tertinggi terjadi di Lapas Kelas III Banyuasin yakni 340 persen. Dengan kapasitas hanya 175 orang, tapi isinya 770 orang. Disusul Lapas Wanita Kelas IIA Palembang. Isinya saat ini 446 orang, sedang kapasitasnya hanya 127 orang atau overkapasitas 251 persen.

“Seperti Lapas Narkotika ini, kapasitas 484, tapi isinya 663. Ada overkapasitas 37 persen,” jelasnya. Kondisi saat ini, jumlah tahanan di Sumsel ada 3.418 orang dan napi 8.696 orang. Total ada 12.114 tahanan dan napi.

Sementara total kapasitas dari 20 UPT hanya 6.142 orang. Jika dirata-rata, maka terjadi overkapasitas 197 persen. “Kelebihan kapasitas yang terjadi saat ini merupakan sebuah permasalahan,” imbuh Asnedi.

Baca Juga :  Wow... Dua Tahanan Lapas ini Kabur

Karena kondisi itu akan berkaitan dengan kebutuhan kamar, makan, air bersih dan lainnya. Belum lagi keterbatasan pegawai pada tiap cabrutan, rutan dan lapas. Terkait kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Palembang, kemarin, Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK mengatakan pihaknya akan mendalami informasi para napi.

Khususnya terkait adanya pungli yang dilakukan oknum pegawai lapas. “Kami sudah dapatkan data awalnya,” ujarnya. Dalam waktu dekat, kasus itu segera ditindaklanjuti. “Masalah ini disebabkan 1-2 orang saja karena itu harus diberantas,” ucapnya.

Asisten III Pemkab Banyuasin, Yusuf, mengatakan, pihaknya siap membantu menyelesaikan persoalan di dalam Lapas Narkotika Kelas III Palembang. “Kami akan akomodir keluhan kekurangan air bersih. “Untuk kebutuhan obat akan disampaikan kepada Dinas Kesehatan,” katanya.

Adanya kerusuhan dan upaya kabur ratusan napi beberapa waktu lalu, sempat membuat warga Kelurahan Sukomoro khawatir. “Tiba-tiba ada pegawai lapas datang, beritahu kalau ada napi kabur. Jadi kami langsung tutup rumah,” ujar Boy, warga di sana.

Dia melihat pegawai itu kemudian memacu motor ke arah Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa. “Mungkin takut, karena napi sudah kuasai lapas,” imbuhnya. Setelah ratusan polisi dan tentara datang mengamankan situasi, barulah warga berani keluar rumah. (qda/way/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!