Selama tak Digaji, Guru ini Jadi Tukang Batu

124
Hasan, guru honorer di Muratara. foto: zulkarnain sumeks.co.id

MURATARA – Pascaaksi damai yang dilakukan ratusan guru honorer SMA yang menuntut pembayaran gaji selama lima bulan di Kabupaten Muratara, terselip cerita haru.

Hasan (47), guru honorer SMA Karang Jaya, mengaku harus bertarung nyawa untuk menutupi kebutuhan nafkah anak istrinya, dengan menggali batu akik untuk dijual. Tidak asing lagi wilayah Kabupaten Muratara dikenal sebagai daerah penghasil batuan alam. Ternyata potensi itulah yang dilirik oleh Hasan, untuk menghidupi satu anak dan istrinya selama tidak mendapatkan gaji honor mengajar di sekolah. Setiap hari pascapulang mengajar, dia bersama empat rekannya mulai membawa peralatan dan mendatangi areal perbukitan untuk mencari nafkah.

Sendimen batuan alam jenis batu akik seperti Batu Tawon dan teratai menjadi buruan utama pria ini. “Saya sudah malu banyak hutang di warung sampai tidak berani lewat di depan rumah tetangga. ‎Itu karena gaji honor saya macet, sudah lima bulan tidak di bayar,” ceritanya saat mengadu ke kantor Bupati Muratara, Kamis (18/5).

Hampir setiap hari, Hasan mengaku bertarung nyawa dengan cara menggali perut bumi dengan kedalaman 8-15 meter. Hasil batuan alam yang mereka kumpulkan akan dijual kepada pengepul, dengan kisaran harga Rp200 ribu/kg untuk Batu Tawon dan teratai berkualitas high quality‎ (Hq). (cj13)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!