Selidiki Kebakaran Lahan Perkebunan Tebu

PATROLI UDARA: Areal perkebunan PT PNS di Sungai Menang, OKI yang terpantau dari udara oleh patroli udara helikopter BPBD Provinsi Sumsel, kemarin. Foto: BPBD Sumsel for Sumeks

PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, mendeteksi adanya kebakaran lahan di kawasan Sungai Menang, Kabupaten OKI, kemarin (16/4). Stakeholder terkait masih menyelidiki, kaitan kebakaran di areal perkebunan tebu milik PT Prima Nusantara Sakti (PNS) tersebut dengan cuaca terik tiga hari terakhir.
Kepala Posko Media BPBD Provinsi Sumsel, Ansori, mengatakan, setelah mendapatkan laporan kebakaran lahan, satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla) langsung berusaha melakukan pemadaman melalui jalur darat. ”Kami juga langsung melakukan patroli udara menggunakan helikopter,” ujarnya, kemarin.
Ansori belum memastikan luas areal yang terbakar. Termasuk ada unsur kesengajaaan atau tidak, dari sisa-sisa panen tebu yang terbakar tersebut. Kata dia, apinya juga tidak sampai membesar dan menimbulkan asap yang pekat. ”Namun tetap diwaspadai, karena perkebunan tebu itu di areal lahan gambut,” paparnya.
Lanjut dia, untuk upaya pemadaman jalur udara saat ini sudah disiapkan satu unit helikopter jenis Bolkow yang digunakan untuk patroli dan waterbombing. Namun, untuk waterbombing belum dapat maksimal lantaran kapasitasnya hanya 500 liter. “Kami fokus untuk patroli saja dulu. Kalau untuk waterbombing, kami telah mengajukan usulan ke BNPB untuk menurunkan bantuan helikopter dan pesawat TMC yang memiliki kapasitas lebih besar,” terangnya.
Pesawat TMC juga nantinya digunakan untuk menciptakan hujan buatan mengingat intensitas hujan di kawasan Sumsel sudah mulai berkurang. “Kalau kepastian datangnya, kami juga masih menunggu kabar dari BNPB. Tapi ini sudah dibutuhkan, mengingat selama gelaran Asian Games harus dipastikan tanpa asap,” ucapnya.
Terpisah, Komandan Koramil (Danramil) Sungai Menang, Kapten Chb Jauhari, mengatakan kebakaran sisa sampah tebu di areal PT PNS itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, kemarin. ”Untuk luasnya kami belum tahu, kami dapat kabar dari Kades Sungai Menang. Beruntung mereka langsung menerjunkan tim regu pemadam api,” ujar Jauhari.
Pihaknya juga mendapat telepon dari Manager PT PNS yang mengabarkan ada lahannya yang terbakar. Hari ini, Satgas Karhutla akan mengecek lokasi kebakaran sampah tebu itu apakah ada unsur kesengajaan dibakar. ”Kebun tebu PT PNS baru dua tahun terakhir tanam, tahun lalu pernah terbakar juga tapi maih bentuk lahan kosong,” bebernya.
Kasi Pengadaan dan Logistik BPBD Kabupaten OKI, Fahrul, mengatakan, pihaknya meminta bantuan BPBD Sumsel terkait kebakaran lahan di PT PNS kemarin. Beruntungnya pemadaman dalam dilakukan melalui jalur darat dalam waktu singkat. ”Kami minta kepada semua perusahaan, tidak hanya PT PNS, jangan membangun posko pemadaman api saja. Tapi tidak ada timnya (personel di posko, red). Sangat berbahaya jika ada api,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang, Nuga Putrantijo SP MSi, menjelaskan berdasarkan pengamatan satelit, hingga saat ini belum terdeteksi titik hotspot di Sumsel. Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan sampai lebat masih terjadi di sebagian wilayah. ”Kondisi ini masih akan terjadi sampai dengan Mei mendatang. Sementara Juni dan Juli sudah mulai memasuki musim kemarau,” singkatnya. (kos/uni/air/ce1)

Baca Juga :  Karhutla Bergeser ke Muba

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!