Sepak Terjang Para Penerbit Terang

“”Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan dan pemandangannya sudah diperluas tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.” – R.A. Kartini
Wanita memang harus cerdas, agar bisa mandiri dan membuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa. Di era sekarang, semakin banyak wanita yang sudah tertular semangat kebangkitan Raden Adjeng Kartini. Tidak terkecuali mereka yang masih muda, Atika Indah Cahyani (20), Vivian Khemasari (20) , dan Anggie Willie Rosse (21) adalah contoh nyatanya. Tiga perempuan ini tidak hanya aktif menggelar pergerakan untuk lingkungan yang lebih baik, tapi juga memiliki posisi sebagai pemimpin di komunitasnya masing-masing. Yuk kita cari tahu gimana pengalaman mereka!
//Atika Indah Cahyani – Leader Sobat Bumi Palembang.
Dibanjiri Pujian
Dari SMP, Atika mengaku sudah terbiasa ‘hidup diluar’. Mulai dari aktif di ekstrakulikuler, ikut kompetisi sampai gabung di berbagai komunitas dan organisasi. Di Komunitas yang bergerak di bidang lingkungan ini, Atika masih tergolong sebagai anggota baru, namun ia telah ditunjuk sebagai ketua menggantikan Kgs. Ade Anggara. “Awalnya aku nggak ada kepikiran sama sekali untuk jadi ketua, tapi teman-teman pada nunjuk aku, jadinya aku coba untuk pegang kepercayaan mereka.” Tutur Atika yang bergabung dengan Sobi sejak januari 2017 lalu.
Bicara soal gender, rupanya Atika nggak pernah mengalami intimidasi atau cibiran lho. Yang ada cewek yang hobi taekwondo ini banjir pujian dari temen-temen cowoknya. “Selama jadi ketua Sobi, untungnya anak-anak yang cowok nggak ada yang ngeintimidasi, yang ada mereka malah salut. Aku cewek dan bisa ditunjuk jadi ketua. Mereka pada respect.” Kata Atika. Dalam waktu dekat, Sobat Bumi Palembang akan mengadakan Earth Day Fest pada 22 Mei 2017.
// Vivian Khemasari – Ehipassiko Palembang
Buat Inovasi untuk Donasi
Menyebarkan semangat ‘Cinta Kasih Tanpa Pilih Kasih’, Vivian Khemasari betah bergabung dalam Ehipassiko Foundation Palembang. Bukan hanya bergabung sebagai anggota, Vivi juga berkesempatan memimpin organisasi yang fokus menyelenggarakan bakti sosial lintas agama ini. Sebagai perempuan, tentu mahasiswi STMIK MDP semester 6 ini punya beberapa kendala kecil, salah satunya adalah jam malam. “Kita sebagai cewek, tentu masih agak terbatas untuk punya waktu di jam malam. Tapi untungnya anak-anak cowok di komunitasku pada ngerti.” Kata Vivian. “Contohnya ketika kita ada acara bakti sosial di malam hari, anggota yang cowok inisiatif untuk ‘gerak sendiri’, mereka yang turun ke lapangan dan aku terpaksa kontrol mereka by phone doang.” Ceritanya.
Di era kepemimpinan vivian juga, ada beberapa inovasi yang dilakukan untuk komunitasnya. Salah satunya adalah liburan sambil donasi. “Beberapa waktu lalu kita sempet ke lahat, buat liburan tapi juga melakukan donasi.” Tuturnya. “Ngeliat antusiasme dari temen-temen yang luar biasa, kedepannya program ini bakal terus dilanjutin. Dengan ini, bisa dibilang kami jadi pelopor program ini” kata Vivi. Ehipassiko Indonesia sendiri kini sedang mengerjakan proyek abdi desa di penjuru negeri.
// Anggie Willie Rosse – World Merit Indonesia Chaper Palembang
Jadi pemimpin untuk komunitas dengan jaringan internasional, merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi Anggie Willie Rosse. Bahkan, hal tersebut sudah jadi salah satu keinginannya. “Ini lebih kepada rasa belonging aku sama world merit Indonesia. Ditambah bujukan dari senior-senior yang ngedorong aku untuk ambil posisi ini, akhirnya aku coba.” Kata Anggie.
World Merit Indonesia Chapter Palembang sendiri merupakan komunitas yang berfokus mensosialisasikan urgensi 17 United Nation Sustainable Development Goals (UN SDG’s). Jadi, berbagai kegiatan yang dilakukan World Merit Indonesia sendiri selalu berpatokan pada salah satu poin SDG’s. “Salah satu kegiatan kami adalah mengembangkan industri kerupuk masyarakat di daerah talang keramat. Jadi produk yang mereka hasilkan, kami bantu promosikan sebagai bentuk pencapaian Goal SDG’s nomor 8, Promote sustained, inclusive and sustainable economic growth, full and productive employment and decent work for all.” Kata Anggie.
Kedepannya, WMI Chapter Palembang akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Share It. Dimana mereka akan fokus menjelaskan lebih dalam pentingnya memahami UN SDG’s kepada siswa-siswa SMA, dan mengajak anak muda untuk sama-sama mencapainya.

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!