Separuh dari Target

BERBAYAR: Tol Palindra Seksi I masih didominasi jenis kendaraan pribadi, setelah sebulan berbayar kemarin (1/2). FOTO: BUDIMAN/SUMEKS

PALEMBANG – Satu bulan berjalan pemberlakuan tarif Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) seksi 1 terhitung 1 Januari 2018, trafik kendaraan yang melintas masih terbilang jauh dari target. Rata-rata kendaraan yang melintas 4.495 per hari, dari target yang dipatok 9 ribu unit kendaraan per hari.
”Ya, baru sekitar 50 persen,” aku Darwan Edison, kepala Cabang Operasional Tol Palindra, kepada Sumatera Ekspres, kemarin (1/2). Dikatakan, kendaraan yang masuk tol Palindra Seksi 1 menghubungkan Palembang-Pemulutan, per hari antara 3.900- 5.700 unit kendaraan.
Mayoritas kendaraan yang masuk berukuran kecil atau golongan satu, yakni kendaraan pribadi. ”Untuk kendaraan pikap atau logistik belum begitu (banyak, red). Sebab jenis kendaraan di Sumsel, tidak begitu didominasi oleh kendaraan jenis itu,” sebutnya
Selain itu, lanjut dia, fungsional tol ini 100 persen atau hanya 7 km. Disamping memang jalan akses Palembang Pemulutan masih bagus dan dua jalur, sehingga belum menjadi altentatif kendaraan lainnya. ”Aktivitas di tol akan tinggi, jika pada akses jalan nasional itu terjadi kemacetan. Baru kendaraan masuk ke tol,” paparnya.
Terpisah, Pimpinan Proyek Tol Palindra, Hasan Turcahyo mengatakan, saat ini progres pembanguan tol secara keseluurhan sudah 80 persen. Rinciannya seksi I sudah 100 persen, seksi II sekitar 55 persen, dan seksi III 98 persen. Dia optimistis tol sepanjang 22 Km ini akan bisa operasional full, pada Juni mendatang atau sebelum Asian Games.
“Memang rencana awal akan dioperasionalkan Maret, namun ada beberapa hal yang menjadi kendala maka mundur Juni mendatang,” akunya. Diketahui sebelumnya, ada kendala pembebasan lahan pada Seksi II sepanjang 4,9 km yang menghubungkan Pemulutan-KTM Rambutan.
Lanjut Hasan, pembangunannya Tol Palindra ini juga terkendala pada cuaca hujan. Terutama pengerjaan penimbunan, pengaspalan dan pengerasan. ”Akhirnya pengerjaan agak sedikit terhambat,” ulasnya.
Kendati begitu, pihaknya mengerjakan beberapa titik lain yang bisa dilakukan. Seperti pemasangan box culvert, pengerjaan jalan tidak sebidang yang dibuatkan jembatan dan pengerjaan lainnya.
Sedangkan untuk pengerjaan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) seksi II, akses KTM Rambutan telah dilakukan. Melakukan rekayasa kondisi kelistrikan oleh PLN selama pengerjaan dengan metode vacuum preloading. “Pemadaman listrik di area sekitar dilakukan secara bergantian selama dua minggu, sehingga imbasnya tidak begitu menganggu aktivitas masyarakat,” akunya
Namun sebelum dioperasionalkan, akan dilakukan uji coba selama satu minggu oleh tim kelayakan fungsional. Setelah layak, maka tol akan operasional secara komersil untuk kendaraan yang melintasi. “Sejauh ini kendaraan lewat sekitar 5 ribu kendaraan, dari target 22 ribu kendaraan per hari,” tukasnya.
Setelah tol sepanjang 22 km tersebut operasional, dia meyakini kendaraan yang melintas akan meningkat. Dimana selama ini kendaraan yang melintas masih mengunakan jalur umum, karena tol seksi I hanya 7 km. ”Karena tol ini terbilang pendek (22 km, red), maka tidak ada rest area. Untuk rest area, minimal 30 km,” jelasnya.
Diketahui, Tol Palindra seksi I Palembang-Pemulutan, mulai berbayar per 1 Januari 2018. PT Hutama Karya dan perbankan yang ditunjuk, sudah lebih dulu mensosialisasikan penggunaan kartu tol (e-Toll). Tarif pembayaran elektronik ini, untuk kendaraan golongan 1 sebesar Rp6 ribu, golongan 2 Rp8.500, golongan 3 Rp11.500, golongan 4 Rp14.500 dan golongan 5 sebesar Rp17.500. (yun/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!