Setahun, 200-300 Guru Pensiun

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd

PALEMBANG – Pada 2018, Sumatera Selatan (Sumsel) masih dihadapkan dengan permasalahan kekurangan guru. Khusus jenjang SMA/SMK, setidaknya ada 1.300 guru akan pensiun.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Drs Widodo MPd, mengatakan, tahun lalu, ada 1.300 orang pensiun, termasuk guru dan karyawan Disdik. “Pada 2017, kekuaran guru sekitar 1.300-an. Angka tersebut membengkak pada 2018 dengan estimasi jumlah mencapai 1.000 orang sehingga total kekurangan guru PNS di Sumsel mencapai 2.300 orang,” ujarnya.
Menurutnya, rata-rata sudah berusia 60 tahun. Puncaknya terjadi Februari-November. Semakin banyaknya guru SMA dan SMK di Sumsel pensiun, akan berdampak pada proses pembelajaran di sekolah. “Saat ini, ada beberapa sekolah di kabupaten/kota di Sumsel hanya memiliki satu guru PNS, yakni hanya kepala sekolah,” ucapnya.
Beberapa daerah yang hanya kepala sekolah berstatus PNS, ada di Kabupaten OKU, OKI, Muara Enim, dan Banyuasin. “Semuanya sekolah baru berdiri dan tidak bisa menerima guru PNS karena adanya moratorium pemerintah pusat,” ucapnya.
Setiap tahun, untuk jenjang SMA/SMK di Sumsel, guru pensiun mencapai 200-300 orang. Padahal, kebutuhan saat ini, mencapai sekitar 1.600 guru PNS. “Menutupi kekurangan tersebut, dengan mengangkat guru honor, baik SK bupati/wali kota, dinas, maupun sekolah,” terangnya.
Menurutnya, kekurangan guru PNS karena sejak 2014 tidak ada lagi pengangkatan. Bahkan, lanjut Widodo, untuk jenjang SMK, kekurangan guru bidang produktif, seperti otomotif, pertanian, mesin, bangunan, dan lainnya.
Kalau SMA, sambungnya, hampir seluruh bidang studi, seperti olahraga, kesenian, keterampilan, dan lainnya. “Khusus matematikan dan bahasa Inggris, sudah sangat banyak,” urainya.
Disinggung apakah sudah ada pengajuan soal pengangkatan guru honor, Widodo menjelaskan, sudah mengusulkan kepada pemerintah. “Saat ini, kita sudah ajukan. Tapi karena pengangkatan ada di pusat, jadi kita hanya bisa menunggu,” tukasnya.
Sementara, Ketua PGRI Sumsel, H Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan, PGRI telah mendesak pemerintah pusat untuk memenuhi kekurangan guru tersebut. Sebab, jika tidak segera diatasi, akan berdampak pada kualitas pendidikan di Sumsel.
“Saat ini, kekurangan guru ditutupi dengan guru honor yang diharapakan pemerintah juga dapat memperhatikan nasib para guru tersebut. Sebab, tidak sedikit dari mereka sudah mengajar hingga puluhan tahun,” ujar Zulinto, belum lama ini.
Lanjutnya, keberadaan guru PNS di satu sekolah memang sangat memprihatinkan. Sebab, terkadang, hanya 5-6 guru berstatus PNS. “Itu juga terkadang sudah termasuk kepala sekolahnya,” tandasnya. (nni/nan/ce3)

Baca Juga :  Bersaing, Cari Wakil ke Nasional

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!