Setelah Kebobolan, Pelatih PSIS Akui Mental Anak Asuhnya Runtuh

Muhamadou N’Diaye mendapat pengawalan ketat pemain PSIS. Foto; Evan Zumarli/Sumatera Ekspres

Hamka Hamzah dan kawan-kawan berhasil menembus peringkat ketiga setelah pesta gol ke gawang PSIS Semarang dengan skor 4-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Selasan malam (22/5).  Kekalahan ini sangat disesalkan oleh Pelatih PSIS Vincenzo Annese yang mengaku jika sebetulnya PSIS Semarang bisa mengimbangi Sriwijaya FC. Hanya saja, usai gol pertama dan kedua, mental anak asuhnya runtuh seketika.

Sriwijaya FC menurutnya punya pemain yang berkualitas. Efektif dalam bermain dan memanfaatkan kekosongan ruang di lini belakang timnya, sehingga berhasil mencetak gol lewat set piece yang dianggapnya sangat tidak perlu. “Terlihat kualitas sriwijaya FC. Mereka kuasai permainan dan punya pemain yang efektif. Bekerja sepanjang pertandingan dan memberikan kami hukuman atas kesalahan. Tentu kami akan lakukan evaluasi setelah ini,”ujarnya.

Haudi, gelandang PSIS Semarang juga menyesalkan kekalahan ini. Sebagai tim promosi, ia tahu jika timnya harus segera berbenah agar tetap berada di kasta tertinggi. “Kita punya pelatih yang bagus dan berkualitas, manajemen dan tentu kami pemain harus terus berbenah usai ini,”tukasnya. (aja/nan)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!